Suara.com - Manajemen Tira Persikabo melaporkan mantan pemainnya Alex Dos Santos ke Polisi. Tindakan ini diambil karena Alex dianggap telah mencemarkan nama baik klub sekaligus Presiden Klub Bimo D.P Wirjasoekarta.
Alex dianggap menyebarkan pernyataan yang tidak benar di sosial media Instagram beberapa waktu lalu. Apa yang dilakukan Tira Persikabo ini dilakukan agar tidak ada kejadian serupa dialami tim lain.
"Apa yang dilakukan Alex Dos Santos telah mencermarkan nama baik Persikabo sebagai klub sepak bola profesional di tanah air," kata Bimo D.P Wirjasoekarta dalam pernyataan resminya, Selasa (30/11/2021).
"Tentu ini secara tidak langsung juga mempermalukan sepak bola Indonesia. Karena itu, kami melaporkan dia ke polisi untuk menjaga marwah klub professional di tanah air,” jelasnya.
Bimo menegaskan manajemen Tira Persikabo telah memenuhi semua kewajiban bagi pemain sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam surat keputusan PSSI di masa pandemi Covid 19 pada 2020.
Dengan demikian apa yang disampaikan Alex lewat akun pribadi media sosialnya, tidak benar dan tidak sesuai fakta. Pihak manajemen tetap memberikan fasilitas rumah, mobil dan fasilitas kesehatan, bila mana dia sakit atau cedera kepada pemain termasuk Alex.
Di awal kontrak, Bimo menekankan Alex sudah menerima uang muka dan juga gaji dua bulan pertama sebanyak 100 persen. Bahkan, September 2020, Bimo mengaku telah memenuhi permintaan Alex untuk pembayaran gaji 40 persen.
Soal sekolah anak yang dikeluhkan Alex, menurut Bimo bukan tanggung jawab klub. Pasalnya di kontrak memang tidak dicantumkan mengenai hal tersebut.
Bimo mengaku sangat kecewa apa yang dilakukan Alex mengingat manajemen selalu mengutamakan penyelesaian terbaik dengan jalan musyawarah.
Baca Juga: Kondisi Beckham Putra dan Teja Paku Alam Membaik Jelang Laga Persib Kontra Madura United
Semua pemain Tira Persikabo pun dianggap Bimo telah menyepakati apa yang menjadi kebijakan klub. Sementara Alex sudah diajak menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, namun menolak.
"Kami selalu mengedepankan penyelesaian masalah dengan cara terbaik melalui musyawarah. Namun, Alex justru memilih cara yang lain," terang Bimo.
"Sebagai klub profesional, kami juga tidak mau dipermalukan dan diinjak-injak pemain asing. Kami mengambil tindakan untuk menjaga martabat kami dan marwah klub profesional di tanah air," ia menambahkan.
Pernyataan Alex juga membuat nama baik Bimo tercemar. Padahal selama mengurusi Tira Persikabo sejak Desember 2018, tidak ada permasalahan seperti ini.
"Secara pribadi nama saya pun ikut tercemar dan bisa menjadi catatan negatif buat karier saya. Padahal, semua kebijakan yang diambil klub selalu mengacu pada regulasi yang ada," pungkasnya.
Alex Dos Santos memperkuat Tira Persikabo pada 2020-2021. Saat ini, penyerang 31 tahun tersebut berseragam Persita Tangerang.
Perselisihan Alex dengan Persikabo berawal dari unggahannya di media sosial Instagram pada 29 Oktober 2021 yang menyebut bahwa pemotongan gaji sebesar 75 persen pada Maret 2020 tidak diinformasikan dan tanpa kesepakatan.
Alex mengaku bahwa situasi tersebut membuatnya kesulitan membayar sekolah anak dan menghidupi keluarganya. Alex juga telah melaporkan Persikabo ke Badan Sengketa (DRC) FIFA melalui sang pengacara, Pedro Macierinha.
Terbaru DRC FIFA mengabulkan gugatan Alex. Terkait ini, Bimo mengaku manajemen Tira Persikabo telah mengajukan banding.
Berita Terkait
-
Persita Tangerang Rekrut Luquinhas, Eks Amazonas dengan Pengalaman Eropa
-
Alasan Muhammad Toha Tinggalkan Persita Tangerang ke DPMM FC Brunei Darussalam
-
Muhammad Toha Beri Salam Perpisahan ke Persita Tangerang
-
Kapten Persita Diincar Klub Elit Brunei, Bakal Duet dengan Ramadhan Sananta?
-
Bakal Ikuti Jejak Ramadhan Sananta, Kapten Persita Muhammad Toha Diincar Klub Liga Malaysia
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren
-
Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum
-
Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN
-
Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi
-
Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518
-
Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus
-
Dari Lidi Sawit Jadi Cuan, Ketika Produk Sederhana Petani Indonesia Tembus Pasar Tiongkok
-
Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina
-
Polri Klaim Situasi Nasional Pasca Demo 27 Agustus Kondusif: Aktivitas Berjalan Normal
-
Sempat Dikira Kondusif, Pramono Anung Kecewa Demo DPR Berujung Perusakan Fasilitas