Suara.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani membeberkan dokumen apa saya yang dibutuhkan empat calon pemain naturalisasi agar bisa memperkuat Timnas Indonesia. Yang terpenting menurut Hasani, keempatnya harus bisa menunjukkan dokumen memiliki keturunan Indonesia.
Seperti diketahui, atas permintaan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, PSSI tengah berkomunikasi dengan empat pemain Eropa untuk dinaturalisasi. Mereka adalah Sandy Walsh, Mees Hilgers, Jordi Amat, dan Kevin Diks.
Keempatnya diklaim memiliki darah keturunan Indonesia. Kabar terbaru menyebutkan tiga dari mereka yaitu Sandy Walsh, Mees Hilgers, dan Jordi Amat diklaim bersedia membela Timnas Indonesia.
Kini, PSSI tengah mendalami kemungkinan mereka membela skuad Merah Putih. Termasuk mengumpulkan semua dokumen yang dibutuhkan untuk diajukan kepada FIFA.
Salah satunya adalah bukti memiliki darah keturunan Warga Negara Indonesa (WNI). Setelah dipastikan lengkap dan bisa membela skuad Garuda, baru melangkah ke tahap berikutnya pemerintahan.
"Pemain yang dibolehkan untuk kita panggil ini harus punya hubungan dari nenek, kakek, ibu atau ayahnya. Itu harus dibuktikan lewat dokumentasi," kata Hasani saat ditemui, Selasa (30/11/2021).
"Kalau selama ini, kan kaya akte kelahiran penyimpanannya susah. Jadi kalau kita minta, harus sabar menunggu. Karena tanpa ada dasar itu kalau kita ke FIFA itu akan ditolak," terangnya.
Hasani menerangkan empat pemain ini tidak pernah tinggal di Indonesia, sehingga harus dibuktikan dengan cara lain. Berbeda dengan pemain lain seperti Christian Gonzales yang memang sudah menatap lama di Tanah Air, meski tak punya darah keturunan Indonesia.
Hanya saja, untuk saat ini PSSI tidak konsen ke sana. Pihaknya hanya fokus kepada pemain-pemain yang punya darah keturunan Indonesia karena prosesnya akan cepat andai syarat semua terpenuhi.
Baca Juga: Cetak Brace untuk FK Senica, Egy Maulana Vikri Semringah
"Karena kan pemain itu tidak pernah tinggal di Indonesia, kalau pemain itu tinggal di Indoensia contoh seperti Gonzales itu beda. Dia tidak harus punya darah keturunan, tapi pernaha tinggal di kita lima tahun berturut-turut," terang Hasani.
"Tapi yang ini konsentrasi kita adalah mencari pemain keturunan yang mau membela Timnas Indoensia. Jadi ini juga tidak kita paksa."
"Keempat pemain ini mau, tapi secara proses internalnya, kan tidak cepat. Waktu kita minta, karena tanpa dokumen tadi kita tidak bisa bergerak. Kalau sudah ada dokumen lengkap, kita dari federasi bisa cepat," ia menambahkan.
Setelah semuanya lengkap, PSSI akan melanjutkan proses berikutnya yakni mengajukan permohonan kepada pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Nanti tim legal PSSI akan surati ke pemerintah lewat Kemenpora, setelah itu ke Presiden dan DPR. Nah, sampai saat ini kami belum berani katakan sudah, nanti kalau kita sudah, nggak taunya ada kendala," ungkapnya.
"Secara teoristis ya (bisa bela Timnas Indonesia, andai dokumen lengkap). Tapi, tergantung pemerintah kita juga mengeluarkan tidak kewarganegaraannya itu. Kan step berikutnya ada undang-undangnya," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Indonesia Peringkat 118 Dunia Saatnya John Herdman Buktikan Garuda Layak Juara FIFA ASEAN Cup
-
Dirumorkan Balik ke Juventus, Adu Statistik Emil Audero vs Guglielmo Vicario
-
Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia
-
Adu Nasib Anak Pelatih Timnas Indonesia: Putra Kluivert Paling Sukses, STY dan Herdman Beda Jalan
-
Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Cara Membedakan Kalkulator Casio Asli dan Palsu, Jangan Salah Beli!
-
Tiket Solo Run Fest 2026 Diskon 20 Persen via BRImo, Cek Cara Klaimnya
-
Ongkos Sebuah Kegagalan: Mengapa Orang Dewasa Sulit Mencoba Hal Baru?
-
Lewat wondrX 2026, BNI Perkuat Kedekatan Penggemar dengan Para Bintang Bulu Tangkis
-
Apakah Tinted Sunscreen Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Pahami Dulu 5 Hal Ini
-
Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat
-
Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?
-
Tekan Stunting di Maluku Utara, Edukasi Gizi Diperkuat hingga Tingkat Keluarga
-
Cara Merawat Kulit Terbakar Matahari Pakai Serum Centella Asiatica, Ikuti 10 Tipsnya
-
Review Film Mutiny: Sinema Aksi Cepat Tanpa Basa-Basi yang Penuh Adrenalin!