-
Juventus mengalihkan bidikan transfer ke Tijjani Reijnders setelah gagal mendapatkan target utama mereka.
-
Brahim Diaz menjadi opsi alternatif yang lebih murah karena sudah memahami atmosfer Liga Italia.
-
Manajemen Bianconeri wajib merombak lini tengah akibat buruknya kreativitas serangan sepanjang musim ini.
Suara.com - Luciano Spalletti langsung mengambil langkah radikal untuk membongkar fondasi lini tengah Juventus demi mendongkrak kreativitas permainan.
Arsitek taktik Bianconeri tersebut dikabarkan sangat kecewa dengan minimnya variasi serangan yang dihasilkan skuadnya sepanjang musim ini.
Kegagalan mendaratkan Bernardo Silva yang kini semakin merapat ke Atletico Madrid memaksa manajemen mengubah haluan transfer.
Kini bidikan utama dialihkan kepada gelandang serba bisa milik Manchester City, Tijjani Reijnders.
Pemain internasional Belanda tersebut dinilai menjadi solusi paling instan untuk menghidupkan kembali aliran bola ke lini depan.
Situasi Reijnders di Inggris sedang tidak menentu setelah posisinya perlahan terpinggirkan dari skuad utama Pep Guardiola.
Meskipun mengemas tujuh gol dan delapan assist, sang pemain mulai jarang mendapat kesempatan menit bermain reguler.
Manchester City dilaporkan terbuka untuk melepasnya melalui formula peminjaman awal disertai kewajiban menebus kontrak permanen.
Namun operasi transfer ini berpotensi terganjal tuntutan upah personal sang gelandang yang tergolong sangat tinggi.
Baca Juga: Dusan Vlahovic Ditawarkan ke Atletico Madrid, Negosiasi Kontrak dengan Juventus Mandek
Manajemen raksasa Turin tersebut wajib memutar otak agar struktur penggajian klub tetap terjaga dengan seimbang.
Sebagai langkah antisipasi, direktur olahraga klub juga secara intensif memantau pergerakan Brahim Diaz di Spanyol.
Gelandang serang Real Madrid tersebut dipandang sebagai alternatif yang jauh lebih ekonomis bagi anggaran belanja klub.
Spalletti sangat menyukai profil Diaz yang sudah memiliki pengalaman matang merumput di kompetisi sepak bola Italia.
Durasi kontraknya yang masih tersisa beberapa tahun ke depan membuat opsi negosiasi peminjaman menjadi sangat terbuka.
Keputusan krusial kini sepenuhnya berada di tangan manajemen untuk menentukan sosok pembawa arah baru tim.
Krisis produktivitas sektor sentral menjadi alasan mendasar di balik agresivitas Juventus menjelang pembukaan bursa transfer musim panas.
Ketergantungan yang tinggi pada penyerang utama membuat pola serangan mereka sangat mudah dibaca oleh lini pertahanan lawan.
Jika gagal menembus zona elite Eropa, rencana revolusi skuad ini diprediksi akan menghadapi jalan yang lebih terjal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Catat Jadwalnya! Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka Piala Presiden 2026
-
Pratama Arhan Resmi Bergabung dengan Persija Susul Shin Tae-yong
-
Piala Presiden 2026 Kembali Digelar: Persib, Persija, dan 3 Tim Luar Negeri Ikut Serta
-
Salah Besar! Pelatih Norwegia Serang FIFA Usai Hukuman Folarin Balogun Dicabut
-
Skandal Memalukan Piala Dunia 2026! Lobi Donald Trump Bikin FIFA Kehilangan Wibawa
-
Erling Haaland, Kylian Mbappe, Lionel Messi, Siapa Top Skor Piala Dunia 2026?
-
Tiga Kata Neymar Umumkan Gantung Sepatu Usai Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Statistik Gila Erling Haaland Usai Bawa Norwegia Permalukan Brasil
-
Rahasia di Balik Tembok Pertahanan Timnas Argentina: Air Suci dan Kayu Aromatik
-
Persib Kunci Ragnar Oratmangoen 3 Tahun, Sinyal Serius Kuasai Liga dan Asia