Suara.com - Kasus penyerang Persita Tangerang asal Brasil, Alex Goncalves dengan mantan klubnya, Tira Persikabo mendapat perhatian Presiden Brasil, Jair Messias Bolsonaro. Orang nomor satu di Brasil tersebut terus memantau perkembangan Alex.
Adapun perseteruan Alex dan Tira Persikabo bermula dari pemotongan gaji 75 persen yang dilakukan klub berjuluk Laskar Padjadjaran tersebut.
Pemotongan itu dilakukan Persikabo karena sesuai dengan ketentuan yang diatur PSSI karena dampak pandemi COVID-19 pada 2020.
Alex dalam hal ini mengklaim tidak tahu apapun tentang kebijakan tersebut karena belum diberitahukan oleh klub kepadanya.
Karena hal inilah Alex mencurahkan unek-uneknya di media sosial yang menyebut Persikabo tidak membayar gajinya secara utuh, hingga menyebut hak-haknya sebagai pemain seperti fasilitas tak diberikan.
Kasus ini juga telah dibawa Alex ke DRC FIFA, di mana mantan pemain Persela Lamongan itu telah memenangi gugatan. Alhasil, Persikabo diharuskan membayar nominal yang diminta Alex.
Tidak terima, Persikabo sudah mengajukan banding ke FIFA. Sebab, kubu Persikabo menganggap apa yang dilakukan klub sudah sesuai dengan ketentuan.
Manajemen Persikabo pun melaporkan Alex ke polisi dengan dugaan pencemaran nama baik tim dan juga presiden klub, Bimo Wirjasoekarta akibat unggahannya di media sosial.
Ternyata polemik ini sampai ke telinga Presiden Brasil, Jair Bolsonaro. Lewat akun Instagram pribadinya @jairmessiasbolsonaro, sang presiden membagikan perkembangan kasus Alex.
"Kedutaan Brasil melaporkan bahwa ia (Alex) bersama pihak Kedutaan Indonesia pada tanggal 6 dan 7 Desember (2021) didampingi oleh seorang pengacara dan perwakilan pemerintah Brasil," tulis Bolsonaro, Jumat (10/12/2021).
"Jika tidak ada kendala hukum pengawasan, ada kemungkinan ia akan dapat meninggalkan negara itu (Indonesia) pada 13 Desember."
"Kedutaan Besar Brasil telah mendampingi sang pemain dan memberikan semua dukungan yang diperlukan."
Adapun buntut dari kasus ini, Alex tidak bisa bermain untuk Persita Tangerang di BRI Liga 1 musim ini. Sebab, paspor dan visa kerjanya yang habis Oktober 2021 ditahan karena tak ada surat keluar dari klub sebelumnya.
Berita Terkait
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Ramadan Tetap Maksimal, PSIM Yogyakarta Sesuaikan Jadwal Latihan
-
Update Klasemen BRI Liga 1 2025/2026 Usai Persebaya Surabaya Tundukkan MU
-
Fabio Lefundes Lebih Cocok Latih Timnas Indonesia Dibanding Timur Kapadze?
-
Dari Istana ke Penjara: Kisah Tragis Mantan Presiden Brasil yang Terjerat Hukum
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
BPS Akui Data Desil Masyarakat Belum Siap
-
Polisi Sebut TL Slipi Aman Dilalui Pasca Demo Ricuh, Warga Tak Perlu Ragu Melintas
-
Media Singapura soal Demo 27 Agustus: Prabowo Sedang Berjuang Pulihkan Kepercayaan Publik
-
Kisah Sulaiman, Anak Petani dari Flores yang Kini Mengabdi di Sekolah Rakyat
-
Ketua MPR Jawab Isu 'Percepatan' Budi Arie: Demokrasi Bukan Soal Insting, Tapi Aturan
-
BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla
-
AI Terus Berkembang, Indonesia Perlu Perkuat Talenta Keamanan Siber
-
Pilihan Mobil Listrik Harga di Bawah Rp 200 Juta yang Dipasarkan di Indonesia
-
Ricuh Demo DPR: 322 Orang Ditangkap, 160 di Antaranya Masih Anak-anak
-
'Kami Tak Akan Hilangkan Nilai Tradisional', Komitmen Warga Sade Bangkit dari Puing Kebakaran