Suara.com - Presiden La Liga, Javier Tebas turut mengomentari insiden yang terjadi dalam proses drawing babal 16 besar Liga Champions 2021/2022. Dia secara khusus mengomentari Real Madrid.
Drawing Liga Champions harus diulang lantaran UEFA melakukan kesalahan teknis. Pada undian pertama, Real Madrid mendapat lawan Benfica, sebelum hasil undian ulang mempertemukan mereka dengan Paris Saint-Germain (PSG).
Real Madrid sempat melakukan protes kepada UEFA saat itu. Mereka menyebut UEFA seharusnya tak mengulang seluruh undian karena kesalahan terjadi setelah Madrid dan Benfica dipertemukan.
Javier Tebas mengomentari kritik Real Madrid dengan sindiran menohok dengan membawa-bawa kembali isu Liga Super Eropa (ESL) di mana Los Blancos adalah salah satu inisiatornya.
“Mungkin Real Madrid benar dan seluruh undian [Liga Champions] seharusnya tidak terulang," kata Javier Tebas dikutip dari Football Espana, Rabu (15/12/2021).
"Itu memalukan. Saya tidak tahu apakah itu kesalahan manusia atau teknis, dan mungkin Real Madrid benar dan seluruh undian seharusnya tidak terulang."
"Tapi ini pendapat pribadi. Bukankah mereka menginginkan permainan yang lebih menarik? Nah, ini [melawan PSG] lebih menarik daripada bermain menghadapi Benfica.”
Real Madrid bersama Barcelona dan Juventus sempat ingin membuat ESL yang diperuntukan sebagai kompetisi tandingan Liga Champions.
Mereka menganggap format Liga Champions saat ini kurang seru karena tak langsung melibatkan tim-tim besar khususnya di lima liga top Eropa.
Baca Juga: Berikut Rekor Pertemuan Real Madrid vs PSG di Liga Champions
Ide itu pada akhirnya layu sebelum berkembang setelah UEFA dan beberapa asosiasi sepak bola negara-negara Eropa melakukan protes keras.
Tag
Berita Terkait
-
Atletico Madrid vs Manchester United di 16 Besar, Pertemuan Perdana Setelah 30 Tahun
-
Real Madrid Vs PSG, Toni Kroos: Kami Pede Bisa Lolos ke Perempat Final Liga Champions
-
Jumpa Atletico Madrid di Fase Gugur Liga Champions, Kans Manchester United Juara Besar
-
Kecam Drawing Liga Champions, Real Madrid: Ini Skandal dari UEFA
-
Kontras dengan Tim Pria, Barcelona Wanita Justru Perkasa di Liga Champions
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Lampu Hijau, Komisi X DPR Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery
-
Kisah Haru di Balik Air Mata Vozinha, Kiper Cape Verde Peraih Man of the Match Kontra Spanyol
-
Real Madrid Resmi Datangkan Marc Cucurella dari Chelsea, Dikontrak 6 Tahun
-
Elkan Baggott Resmi Dipertahankan Ipswich Town untuk Musim 2026/2027
-
Atalanta Resmi Tunjuk Maurizio Sarri sebagai Pelatih Baru
-
Luis de la Fuente Kecewa Spanyol Gagal Menang atas Tanjung Verde
-
Rodri Soroti Finishing Spanyol Usai Ditahan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
-
Jadi Rival Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Vietnam Tambah 3 Pemain Naturalisasi
-
Bersinar di Laga Spanyol Vs Cape Verde, Vozinha Ternyata Eks Rekan Setim Witan Sulaeman
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia