2. Permainan Ngotot
Indonesia dikenal akan permainan yang ngotot dan dihuni pemain yang pekerja keras. Tak ayal, kengototan ini kerap menghasilkan duel-duel keras yang berujung pelanggaran.
Sejatinya, permainan keras ini bisa menjadi bumerang bagi Indonesia. Namun, bagi Malaysia permainan keras itu menjadi keuntungan bagi skuat Garuda.
Permainan ngotot dan keras ini akan membuat permainan Malaysia menjadi kacau balau. Selain itu, para pemain Harimau Malaya akan berpikir ulang untuk menguasai bola lebih lama.
Apalagi saat ini Malaysia tengah dalam kondisi pincang akibat cedera para pemain penting. Bisa saja permainan keras dan ngotot Indonesia menambah panjang daftar cedera skuat Harimau Malaya.
3. Mental
Selain ngotot, Indonesia juga memiliki mental yang jauh lebih baik dari Malaysia. Raihan dua kali kemenangan dan satu hasil imbang, membuat mental skuat Garuda di atas angin.
Hal ini berbanding terbalik dengan Malaysia yang secara mental tengah terkikis karena diwajibkan menang atas Indonesia dan kondisi tim yang pincang.
Kekalahan 0-3 yang diterima Malaysia dari Vietnam pun menjadi salah satu faktor terkikisnya psikis para penggawa Harimau Malaya.
Baca Juga: Sukses Imbangi Vietnam, Ruang Ganti Timnas Indonesia Diliputi Ketegangan
Sedangkan Indonesia dalam kondisi psikis terbaik menyusul hasil imbang kontra Vietnam. Shin Tae-yong sendiri bahkan mengakui mental anak asuhnya yang lebih baik ketimbang lawannya itu.
4. Unggul Poin dan Selisih Gol di Klasemen
Secara matematis, Indonesia tetap bisa lolos ke babak semifinal andai Malaysia mampu meraih kemenangan di laga terakhir. Kok bisa?
Jadi, Indonesia punya peluang lolos cukup besar dengan dua skema. Skema pertama adalah menang atau seri saat melawan Malaysia.
Sedangkan skema kedua adalah Indonesia akan lolos meski kalah dari Malaysia jika di partai lain Vietnam juga kalah dari Kamboja di laga terakhir.
Indonesia tetap lolos dengan catatan Malaysia menang dengan margin 2 gol dan Vietnam kalah dengan margin 2 gol dari Kamboja. Karena nantinya secara selisih gol skuat Garuda unggul atas The Golden Star (4 gol berbanding 3 gol)
Berita Terkait
-
Siapa Owner Pagi Sore? Miskomunikasi Berujung Ramai Seruan Diboikot Turis Malaysia
-
Jelang Bela Timnas Indonesia, Kevin Diks Cetak Gol dan Masuk Tim Terbaik Bundesliga
-
AFC Rombak Total Format Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Timnas Indonesia U-20 Masuk Pot 2
-
Renovasi Stadion Pakansari Dikebut Jelang Piala AFF 2026
-
John Herdman Mulai Seleksi Besar-besaran, Siapa Saja Pemain Diaspora yang Masuk Radar?
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kabar Baik untuk John Herdman, Striker Keturunan 1,88 Meter Kembali Merumput Pasca Cedera
-
Arbeloa Out! Real Madrid Kontrak Jose Mourinho Dua Tahun?
-
Kontroversi Kemenangan Arsenal atas Burnley, Kai Havertz Harusnya Kartu Merah?
-
Respons Manchester City Soal Isu Pep Guardiola Siap Putus Kontrak di Akhir Musim
-
Luka Modric Berpeluang Cetak Sejarah usai Masuk Skuad Kroasia untuk Piala Dunia 2026
-
Alasan Carlo Ancelotti Ajak Neymar Kembali ke Timnas Brasil
-
Gempar! Pep Guardiola Dikabarkan Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Ini
-
Ralf Rangnick Targetkan Timnas Austria Lolos Fase Grup Piala Dunia 2026, Modal dari Euro 2024
-
Daftar Skuad Timnas Austria Piala Dunia 2026, David Alaba untuk Memperkuat Lini Pertahanan Rapuh
-
Arsenal Wajib Menang Lawan Crystal Palace Demi Trofi Premier League Usai Tundukkan Burnley