Bola / liga-inggris
Rully Fauzi
Manajer Arsenal, Mikel Arteta. [ADRIAN DENNIS / AFP]

Suara.com - Mikel Arteta menegaskan bahwa dirinya tidak gila kekuasaan ataupun bersikap diktator selaku manajer Arsenal. Hal itu ditegaskan pelatih asal Spanyol tersebut setelah dirinya membekukan status Pierre-Emerick Aubameyang di Arsenal.

Seperti diketahui, Aubameyang dicoret dari skuad Arsenal baru-baru ini dan ban kapten klub pun dicopot dari lengan penyerang asal Gabon itu.

Aubameyang dibekukan Arteta setelah sang pemain melakukan tindakan indisipliner.

Mantan penyerang Borussia Dortmund itu tidak disertakan dalam skuad Arsenal untuk laga Liga Inggris melawan West Ham United dan Leeds United, serta yang teranyar di laga Piala Liga Inggris kontra Sunderland tengah pekan ini.

Baca Juga: Guardiola Konfirmasi Ferran Torres Tinggalkan Manchester City untuk Gabung Barcelona

Jelang laga lanjutan Liga Inggris 2021/2022 dalam gelaran Boxing Day, di mana Arsenal akan menghadapi tuan rumah Norwich City pada Minggu (26/12/2021) malam WIB, Aubameyang pun masih disisihkan dari skuad The Gunners.

Mantan kapten Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang. [OLI SCARFF / AFP]

Sebelumnya beberapa pemain Arsenal juga dibekukan Arteta, sebut saja Mesut Ozil, Sokratis Papastathopoulos, hingga Shkodran Mustafi. Dan pada akhirnya, mereka semua ditendang keluar dari Emirates Stadium.

Pembekuan ini terjadi lagi pada Aubameyang, namun Arteta menegaskan jika dirinya bukan diktator dalam menjalankan perannya sebagai manajer Arsenal. 

"Saya tidak membangun otoritas saya dengan menjadi diktator atau kejam. Saya bukannya gila kekuasaan sebagai manajer Arsenal," tegas Arteta seperti dilansir Tribal Football, Jumat (24/12/2021).

"Saya hanya meminta rasa hormat dan komitmen. Pada level ini, jika saya tidak mendapatkannya, saya akan mengemas tas saya dan pergi ke tempat lain karena itu adalah hal minimal yang bisa saya minta sebagai seorang manajer klub," sambung mantan kapten Arsenal itu.

Baca Juga: Barcelona dan Manchester City Sepakati Transfer Ferran Torres

"Untuk menjadi sukses, Anda harus antusias akan sesuatu. Dan jika Anda ingin mewakili klub sebesar ini, dengan sejarahnya, itu adalah standar minimum yang harus Anda bawa."

"Saya tidak akan meminta siapa pun untuk memasukkan bola ke sudut atas setiap kali mereka menendangnya, tapi saya akan meminta mereka untuk melakukan hal yang benar setiap hari untuk klub ini. Itu sudah pasti," pungkasnya.

Arsenal sendiri menatap laga kontra Norwich dengan modal positif, yakni empat kemenangan beruntun di lintas kompetisi.

Komentar