Bola / bola-indonesia
Arif Budi
Pratama Arhan. (Instagram/@pratamaarhan8)

Suara.com - Komisaris PSIS Semarang, Junianto, melemparkan kode soal keberangkatan Pratama Arhan yang bakal berkarier di luar negeri.

Nama Pratama Arhan semakin mencuat setelah tampil apik bersama timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Imbasnya pemain berusia 20 tahun ini kabarnya dilirik beberapa klub dari luar negeri.

Rumor kepergian Arhan ke luar negeri pun semakin santer. Hal itu setelah komisaris PSIS Semarang yang bernama Junianto melempar kode terkait keberangkatan sang pemain.

Melalui postingan akun Instagramnya pada Jumat (7/1/2022), Junianto membagikan potretnya sedang bersama Pratama Arhan. Keduanya berpose dan terlihat pemain asal Blora itu memegang sebuah amplop.

Baca Juga: Prediksi Borneo FC vs Persik Kediri di BRI Liga 1

Dalam keterangan postingannya, Junianto menuliskan soal perpisahan. Itu membuat kabar Arhan ke luar negeri semakin mendekati kenyataan.

"Sebuah janji yang harus ditepati. Tidak semua perpisahan itu menyakitkan, tapi untuk yang satu ini justru membanggakan," tulis Junianto di keterangan postingannya.

Komisaris PSIS Semarang, Junianto sebut Pratama Arhan segera ke luar negeri. (Instagram/anto_van_java)

"Tetap membumi Pratama Arhan. sebelum berangkat ke luar negeri, sempatkan membela panji Mahesa Jenar di Denpasar, Bali bersama teman-temanmu yang lain untuk merebut poin di Liga 1," imbuhnya.

Dari pernyataan itu, Pratama Arhan kemungkinan masih membela PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 yang kini digelar di Bali.

Namun tak menutup kemungkinan jika ia bakal memulai kariernya di luar negeri. Sejauh ini belum ada kabar resmi soal klub mana yang akan menjadi pelabuhan bek kiri timnas Indonesia yang identik dengan lemparan jauhnya itu.

Baca Juga: Prediksi PSM Makassar vs Madura United di BRI Liga 1

Sebelumnya Pratama Arhan sudah dirumorkan dengan beberapa klub Korea Selatan, yakni Seongnam FC dan Daejeon Hana Citizen. Tidak hanya itu muncul juga rumor bahwa ada klub Jepang yang berminat meminang bek kiri PSIS Semarang.

Komentar