Di Feyenoord, Amrabat menorehkan tinta emas dengan memenangi Piala KNVB dan dua gelar Johan Cruyff Shields yang membuatnya lantas dipinang Club Brugge.
Di Club Brugge, perjalanan Amrabat terbilang tak cukup panjang. Pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan dan gelandang Box to Box ini lantas dipinjamkan ke Hellas VERONA.
Hanya dalam waktu 6 bulan saja, Hellas Verona terkesan dengan penampilan Amrabat yang kemudian mempermanenkannya pada Januari 2020 dengan mahar 3,65 juta euro.
Hanya saja, transfer permanen Amrabat dilakukan Hellas Verona untuk menjualnya dengan harga lebih tinggi, di mana setelah transfernya dari Club Brugge usai, ia segera dilepas ke Fiorentina dengan mahar 19,5 juta euro.
Amrabat pun tak langsung hijrah ke Florence untuk membela Fiorentina. Ia dipinjamkan lagi ke Hellas Verona hingga musim 2019/20 usai.
Setelahnya, barulah Amrabat bermain untuk Fiorentina di musim 2020/21, di mana ia menjadi andalan di musim perdananya di Florence dengan mencatatkan 33 penampilan di segala ajang.
Seiring penunjukkan Vincenzo Italiano sebagai pelatih di musim 2021/22, Amrabat jarang dimainkan oleh Fiorentina, dengan total hanya 214 menit bermain saja di kancah Serie A Italia.
Dengan kualitasnya yang masih mumpuni, Tottenham Hotspur pun tertarik memboyongnya ke London Utara. Kebetulan Amrabat juga tengah menjadi pesakitan di Fiorentina.
Keinginan Tottenham memboyongnya pun seakan menuntaskan mimpi Amrabat yang ingin mencicipi kompetisi Premier League dalam kariernya.
Baca Juga: Liverpool Selangkah Lagi Datangkan Luis Diaz dari FC Porto, Tottenham Meringis
Sedangkan di level internasional, Amrabat yang lahir dan tumbuh di Belanda justru memilih Maroko sebagai negara yang ia representasikan.
Ia telah membela Maroko di tim U-17 kala mengikuti ajang Piala Dunia U-17 pada 2013 lalu. Amrabat pun mendapat debut internasionalnya bersama tim senior pada 28 Maret 2017.
Saat itu, Sofyan Amrabat bermain penuh sejak menit pertama sebagai gelandang tengah kala Maroko mengalahkan Tunisia di laga persahabatan.
Kontributor: Zulfikar Pamungkas
Berita Terkait
-
Pakai Nomor Punggung Warisan Ronaldo, Dusan Vlahovic Ingin Buat Juventus Bangga
-
Bursa Transfer: Inter Milan Resmi Pinjamkan Stefano Sensi ke Sampdoria
-
Saga Transfer Erling Haaland, Dortmund Minta 3 Pemain Real Madrid sebagai Alat Barter
-
Proposal Aston Villa untuk Rodrigo Bentancur Ditolak Mentah-mentah Juventus
-
Hasrat Jose Mourinho Boyong Granit Xhaka ke Olimpico Belum Pudar
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen yang Cocok untuk Kulit Berminyak sesuai Review
-
5 Contoh Format Rundown Malam Tirakatan 17 Agustus yang Khidmat dan Berkesan
-
MotoGP Inggris 2026 Resmi Dimulai Hari Ini, Cek Jadwal Lengkapnya
-
KPK Terima Permohonan Kejagung untuk Periksa Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
BLACKPINK Hadir Lengkap di Perayaan 10 Tahun Debut, Acara Banjir Kritik
-
Begini Kondisi Sekolah di Jaksel Usai Temuan 995 Senjata, Yayasan Buka Suara
-
5 Smartwatch Terbaik di Bawah Rp2 Juta Mirip Apple Watch: Desain Premium, Fitur Canggih
-
Sambut HUT RI ke-81, Merah Putih 500 Meter Membentang di Bekasi
-
Home Sweet Loan: Ketika Mimpi Punya Rumah Berhadapan dengan Realita Hidup
-
Temuan 995 Senjata Api di Sekolah Bikin Pramono Geram: Yayasan Beri Contoh Buruk