Suara.com - Pelatih Ansan Greeners, Cho Min-kook mengaku kecewa dengan kekalahan timnya. Ia juga menyayangkan Asnawi Mangkualam yang gagal mencetak gol usai mendapatkan kesempatan emas.
Asnawi Mangkualam mendapatkan kepercayaan bermain ketika Ansan Greeners menghadapi Bucheon pada pekan kedua K League 2, Sabtu (26/2/2022).
Pada laga itu, pemain timnas Indonesia ini masuk menggantikan Kim Ryun-do saat laga memasuki menit ke-76. Pemain asal Makassar ini bermain lebih menyerang di sayap kanan.
Pemain yang menjadi wakil kapten di Piala AFF 2020 lalu itu mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol dalam laga ini. Namun sayang, tendangan eks PSM Makassar itu malah melambung.
Gagal memanfaatkan peluang membuat Asnawi tak bisa menyamakan kedudukan. Sebab kala itu, Ansan Greeners masih tertahan 1-2 dari Bucheon.
Kegagalan Asnawi dan striker Ansan Greeners lainnya untuk mencetak gol kemudian membuat sang pelatih, Cho Min-kook kecewa.
"Sangat disayangkan para striker tidak bisa mencetak gol dalam banyak peluang," ucap pelatih Ansan Greeners seperti dikutip dari laporan Sports-G.com pada Minggu (27/2/2022).
"Asnawi juga memiliki peluang yang menentukan, tapi mengecewakan karena melambung di atas gawang," imbuhnya.
Atas gagalnya peluang Asnawi, maka Ansan Greeners akhirnya meraih kekelahan dari Bucheon dengan skor tipis 1-2. Hal ini membuat Ansan Greeners masih belum meraih kemenangan di musim baru K League 2.
Baca Juga: Ngeri! Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2023
Sebab di laga sebelumnya, Ansan Greeners hanya meraih hasil imbang 1-1 melawan Busan IPark. Kini klub yang dibela Asnawi masih menempati urutan ke-5 dengan perolehan satu poin dari dua pertandingan.
Berita Terkait
-
Diumumkan Asnawi Mangkualam, Followers IG Ansan Greeners Tembus 100K
-
Ansan Greeners Lakoni Laga Perdana di K League 2 2022, Asnawi Mangkualam Cuma Main 1 Menit
-
Ada Asnawi Mangkualam, Ini 5 Pemain Abroad Termahal Indonesia
-
Putra Shin Tae-yong Akui Kalah Hebat dari Ansawi Mangkualam, Siap Curi ilmu
-
Asnawi Mangkualam Vs Bagas Kaffa, Dua Talenta Lini Belakang yang Dimiliki Timnas Indonesia
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan