Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong, mengaku sempat gugup menjelang pertandingan anak asuhnya melawan Korea Selatan U-19.
Timnas Indonesia U-19 menghadapi Korea Selatan U-19 dalam laga uji coba pada Jumat (25/3/2022). Garuda Nusantara kalah telak dengan skor 0-7.
Anak asuh Shin Tae-yong sudah keteteran ketika melawan tim muda dari Negeri Gingseng tersebut. Nyatanya, gawang Garuda Nusantara sudah kebobola di menit ke-20.
Jelang turun minum babak pertama, Korea Selatan U-19 kemudian mencetak tiga gol dalam waktu singkat. Skor pun berubah menjadi 4-0.
Usai turun minum, timnas Indonesia U-19 tambah babak belur. Lima menit babak kedua berjalan, Korea Selatan berhasil menambah keunggulan menjadi 5-0.
Pada menit ke-77, skor berubah menjadi 6-0 untuk keunggulan tim Negeri Ginseng. Derita timnas Indonesia U-19 terus berlanjut setelahnya.
Hanya berselang lima menit, Garuda Nusantara kembali kebobolan hingga tertinggal 0-7. Skor itu menjadi hasil akhir pertandingan ini.
Anak asuhnya mengalami kekalahan telak, Shin Tae-yong mengaku sempat gugup. Hal itu diungkapkan terhadap media Korea Selatan.
"Sesi latihan pertama hari ini adalah sebuah pertandingan melawan timnas Korea Selatan. Jadi saya gugup," ucap Shin Tae-yong dikutip dari Daegu MBC.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Dihabisi Korea Selatan, Ketum PSSI: Butuh Waktu, Tim Masih Berproses
"Setelah saya lulus dari sekolah di Daegu, muncul perasaan baru. Rasanya menyenangkan," imbuhnya.
Pelatih berusia 51 tahun ini kemudian memuji lapangan Daegu yang bagus untuk menjadi tempat pemusatan latihan timnas Indonesia U-19.
"Dari walikota Daego hingga orang yang terlibat dalam klub Daegu, semua bekerja aktif bekerja sama untuk memanfaatkan lapangan tanpa kekurangan. Sekarang saya menggunakannya dengan baik tanpa ada kekurangan," imbuhnya.
Timnas Indonesia U-19 sendiri bakal bertanding lagi menghadapi Korea Selatan U-19 pada 29 Maret mendatang. Berbeda dengan laga kali ini, pertandingan kedua itu akan digelar dengan penonton serta disiarkan langsung.
Berita Terkait
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Korea Selatan Selidiki Kebakaran Kapal di Selat Hormuz, Penyebab Masih Misterius
-
Lee Jae Wook Jalani Wajib Militer pada 18 Mei, Ini Proyek Terakhirnya!
-
Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final
-
Tunjuk STY Jadi Penasihat Teknis, Timnas Football 7 Indonesia Bakal Tanding di Italia
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
-
Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!
-
Luis de la Fuente Ungkap Kondisi Lamine Yamal, Spanyol Waswas Jelang Piala Dunia 2026
-
Lawan Persib di Samarinda, Mauricio Souza Sebut Persija Tak Diuntungkan
-
Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Format Baru 48 Tim, Jadwal, dan Pembagian Grup
-
Timnas Uzbekistan Mau Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro Panggil 40 Pemain
-
Timnas Indonesia U-17 Bisa Segel Tiket ke Piala Dunia, Ini Hitung-hitungannya
-
Stadion Etihad Ganti Nama Jelang Manchester City vs Brentford, Kenapa?
-
Profil Timnas Swiss: Red Devils Bisa Jadi Mimpi Buruk di Piala Dunia 2026
-
Persib Tak Pernah Kalah dari Persija Selama 3 Tahun, Bojan Hodak Pede Menang di Samarinda