Suara.com - Terperosoknya Bayern Munich ke dalam situasi sulit jelang leg kedua perempat final Liga Champions 2021/2022 dianggap karena kesalahan mereka sendiri, terkhusus sikap arogansi para pemain.
Hal itu disampaikan psikolog olahraga Dr. Matthias Herzog saat diwawancarai media Jerman, TZ dilansir pada Senin (11/4/2022).
Bayern Munich menatap laga ini dengan tekanan hebat setelah secara mengejutkan takluk 0-1 ketika melawat ke markas Villarreal dalam pertandingan leg pertama perempat final pekan lalu.
Pelatih Bayern, Julian Nagelsmann tak menampik bahwa timnya bermain buruk pada leg pertama dan pantas kalah dari lawannya. Dia pun berjanji Die Roten akan menebus dosa di Allianz Arena.
Namun, sebelum membahas perihal leg kedua, Bayern Munich disebut Dr. Matthias Herzog telah menyulitkan diri sendiri berkat kekalahan di leg pertama yang dianggap buah dari sikap yang salah dari Thomas Muller dan kawan-kawan.
“Ya, sayangnya. Pertunjukan yang berfluktuasi sepanjang musim ini hanya bisa dijelaskan oleh kepala. Bukan seolah-olah para pemain memiliki keterampilan pemain kelas dunia dalam satu pertandingan dan lupa cara bermain sepak bola di pertandingan berikutnya," ujar Dr. Matthias Herzog.
“Arogansi! Selama bertahun-tahun, Bayern telah membuang sikap bahwa 'kita akan mengalahkan mereka lewat umpan-umpan, hari ini [penguasaan bola] 70 persen sudah cukup'."
"Sayangnya, kecerobohan ini kembali. Sikapnya hanya bisa: 'Kami akan memberikan yang terbaik. Dan jika kami kalah, kami tidak perlu menyalahkan diri sendiri, karena kami tahu: Hari ini kami tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan' — dan mereka hanya berutang kepada penggemar mereka untuk memberikan yang terbaik."
Menurut Herzog, kesuksesan Bayern Munich di kancah domestik membuat banyak pemain mulai kehilangan api semangat untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Sikap itu dianggapnya salah karena level Liga Champions jelas berbeda dengan Bundesliga.
Baca Juga: Tuchel: Chelsea Butuh 'Naskah Fantastis' untuk Tumbangkan Real Madrid di Santiago Bernabeu
“Beberapa pemain saat ini tampaknya agak menolak saran. Saya juga ragu bahwa mereka semua benar-benar mau dan lapar. Itu memalukan. Karena itulah satu-satunya cara untuk memenangkan gelar besar," kata Herzog.
"Anda tidak perlu semua itu untuk gelar juara di Jerman, karena lawan sejujurnya terlalu 'bodoh' dan mengalahkan diri sendiri. Biasa-biasa saja sudah cukup untuk Bayern. Tetapi untuk memenangkan Liga Champions, kualitas yang baru saja saya sebutkan sangat penting.”
Meski menunjuk hidung para pemain Bayern Munich, Herzog tetap percaya tim asuhan Julian Nagelsmann itu masih memiliki kans besar untuk membalikan keadaan di Allianz Arena pada Rabu (13/4/2022). Syaratnya, pola pikir pemain harus dibenahi.
“Dengan menyadari mengapa gelar begitu penting bagi mereka. Ketika alasannya, keinginan untuk memenangkan gelar, besar, tarikan tercipta," beber Herzog.
"Di leg pertama, mereka terlalu sibuk bereaksi terhadap gaya permainan lawan daripada memaksakan permainan mereka sendiri dan dengan demikian memaksa lawan untuk bereaksi. Itu tandanya mereka kurang percaya diri,” pungkas Herzog.
Berita Terkait
-
Jamu Chelsea di Santiago Bernabeu, Carlo Ancelotti Yakin Real Madrid Bakal Menderita
-
Real Madrid vs Chelsea, Carlo Ancelotti Blak-blakan Los Blancos Andalkan Karim Benzema
-
Lukaku Tak Dibawa Chelsea saat Hadapi Real Madrid di Bernabeu, Tuchel Beri Alasan
-
Prediksi Real Madrid vs Chelsea: Head to Head, Susunan Pemain dan Skor Pertandingan
-
Bayern Munich vs Villarreal, Nagelsmann: Kami Tak akan Main Jelek Dua Kali
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey