Bola / Bola Indonesia
Minggu, 10 Mei 2026 | 11:14 WIB
John Herdman respons hasil undian Grup F Piala Asia 2027. Timnas Indonesia satu grup dengan Jepang, Qatar, dan Thailand.. (Dok. PSSI)
Baca 10 detik
  • Pelatih John Herdman menanggapi positif hasil undian Grup F Piala Asia 2027 di Arab Saudi bagi Indonesia.
  • Indonesia tergabung dalam Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand berdasarkan undian AFC pada Sabtu, 9 Mei 2026.
  • Timnas Indonesia akan fokus melakukan evaluasi pemain domestik dan diaspora guna membangun kekompakan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, merespons hasil undian Piala Asia 2027 dengan sikap positif meski skuad Garuda tergabung di Grup F yang dinilai berat.

Alih-alih pesimistis menghadapi Jepang dan Qatar, pelatih asal Inggris itu menilai persaingan ketat sebagai kesempatan untuk meningkatkan level permainan tim. Ia menyebut turnamen di Arab Saudi tersebut sebagai bagian penting dari rencana jangka panjang menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.

Menikmati Status Underdog di Grup F

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menggelar pengundian fase grup di At-Turaif District, Diriyah, Sabtu (9/5/2026) malam waktu setempat. Hasilnya, Indonesia yang berada di Pot 4 tergabung bersama Jepang, Qatar, dan Thailand di Grup F.

Herdman menilai hasil tersebut sebagai tantangan sekaligus peluang bagi perkembangan tim.

“Saya pikir hasil undian ini memberi kami peluang besar untuk melangkah ke tahap berikutnya,” ujar Herdman.

“Kami akan menghadapi salah satu tim terbaik di AFC, tim peserta Piala Dunia seperti Qatar, serta rival besar kami, Thailand.”

Ia mengakui Grup F dipandang sebagai salah satu yang paling berat, namun menurutnya semua grup di level Asia memiliki tingkat kesulitan tinggi.

“Banyak yang melihat ini sebagai grup sulit. Namun di level AFC, semua grup memang sulit,” tegasnya.

Baca Juga: Profil Timnas Jepang: Samurai Biru Siap Bikin Geger di Piala Dunia 2026

Herdman menambahkan, status underdog harus dimanfaatkan secara maksimal, terutama saat menghadapi tim kuat seperti Jepang.

Fokus Satu Laga Demi Satu Laga

Menurut Herdman, setiap pertandingan membutuhkan pendekatan taktik dan mental berbeda. Menghadapi Qatar, misalnya, menuntut disiplin dan konsentrasi tinggi selama 90 menit.

“Kami harus menampilkan versi terbaik saat melawan Qatar, lalu membawa semangat yang sama saat menghadapi Thailand,” katanya.

Ia memilih fokus pada satu pertandingan demi satu pertandingan, bukan melihat beban grup secara keseluruhan.

“Setiap laga punya tantangan unik. Kami harus melangkah bertahap. Saya melihat ini sebagai peluang besar,” ujarnya.

Load More