Bola / bola-indonesia
Syaiful Rachman
Pemain Persija Jakarta, Marko Simic berselebrasi usai menjebol gawang Borneo FC dalam pertandingan pekan pertama Liga 1 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (1/3/2020) sore. [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Suara.com - Kasus penunggakan gaji penyerang asing asal Kroasia, Marko Simic, ternyata bukan hanya sekali ini saja menyeret Persija Jakarta.

Sebab, dalam perjalanannya di dunia sepak bola, Persija Jakarta sudah beberapa kali tersandung kasus penunggakan gaji pemain.

Sehingga, sengketa penunggakan gaji pemain yang dialami oleh Marko Simic ini tak ubahnya penyakit kambuhan yang kerap kali menyerang Persija Jakarta selama beberapa tahun terakhir.

Setidaknya, Persija Jakarta sudah beberapa kali menjadi sorotan media dan publik karena kembali telat melunasi hak pemain, pelatih, ataupun ofisialnya.

Baca Juga: Makin Panas, Marko Simic Sebut Pernyataan Persija Jakarta Tak Benar dan Akan Bawa Masalahnya ke FIFA

Selain kasus Marko Simic, berikut sejumlah kasus penunggakan gaji pemain yang pernah menyeret nama Persija Jakarta.

 Adam Alis Setyano [Suara.com/Adie Prasetyo]

1. Adam Alis

Adam Alis juga pernah menghadapi tidak adanya kejelasan terkait pembayaran tunggakan gaji yang dilakukan oleh Persija Jakarta.

Bahkan, Adam Alis berani mengambil sikap untuk mengakhiri hubungan kontraknya dengan Persija. Saat itu, Adam Alis yang masih berusia 22 tahun sudah berkonsultasi dengan keluarga dan agennya, Muly Munial.

“Ini murni keputusan saya. Alasan utama saya itu karena saya merasa manajemen tidak jelas memberikan kepastian kapan gaji saya dan teman-teman akan dibayar,” ujarnya.

Baca Juga: Perjalanan Karier Marko Simic, Eks Timnas Kroasia Kini Angkat Kaki dari Persija

“Selama ini mereka cuma janji-janji saja. Lebih baik saya keluar dari Persija Jakarta,” ia melanjutkan

Setelah memutuskan hengkang dari Persija, ia pun masih belum tertarik bergabung dengan klub lain. Sebab, ia masih berharap bisa berkarier di luar negeri.

Sembari menunggu kesempatan itu datang, Adam Alis memutuskan untuk mengikuti pendidikan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pemain tim nasional Indonesia Stefano Lilipaly saat melakukan latihan. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

2. Stefano Lilipaly

Gelandang naturalisasi asal Belanda, Stefano Lilipaly, juga pernah merasakan pengalaman pahit ketika gajinya ditunggak oleh Persija Jakarta pada tahun 2015 silam.

Saat itu, Stefano Lilipaly mengaku bahwa gajinya selama dua bulan belum dibayarkan oleh Persija Jakarta. Ia pun meminta Macan Kemayoran untuk segera melunasinya.

“Tidak bagus untuk pemain, suporter, dan Persija sendiri. Kami berlatih dan bermain dengan setengah hati,” kata Stefano Lilipaly.

“Sebenarnya tak pantas dibahas dengan media. Ini masalah internal klub. Saya hanya berharap manajemen bisa memenuhi kewajibannya kepada kami,” lanjutnya.

Bambang Pamungkas menggunakan jersey spesial Persija Jakarta miliknya. (dok. Persija Jakarta)

3. Bambang Pamungkas dan Leo Saputra

Penyerang legendaris Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, pun pernah mengalami penunggakan gaji saat masih bermain bersama klub asal Ibu Kota tersebut.

Bahkan, Bambang Pamungkas tak segan-segan melayangkan gugatan kepada Persija Jakarta di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Sengketa ini terjadi tepatnya pada tahun 2013 silam. Bepe dan Leo Saputra sempat menuntut PT Persija Jaya Jakarta untuk melunasi gai mereka selama satu tahun lewat organisasi Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI).

“Langkah hukum ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum terhadap penyelesaian sengketa bagi kedua pesepak bola tersebut yang juga akan disusul oleh pesepak bola dari Persija Jakarta,” jelas APPI.

[Penulis: Muh Adif Setiawan]

Komentar

terkini