Suara.com - Carlo Ancelotti mencetak sejarah sebagai manajer pertama yang mampu meraih gelar juara di lima liga top eropa setelah mengantarkan Real Madrid jadi kampiun Liga Spanyol 2021/2022.
Real Madrid meraih gelar Liga Spanyol ke-35 mereka setelah menumbangkan Espanyol dengan skor 4-0 dalam pertandingan pekan ke-34 di Santiago Bernabeu, Sabtu (30/4/2022) malam WIB.
Rodrygo mencetak brace dalam pertandingan ini. Sisanya, dua gol Real Madrid disumbangkan oleh Marco Asensio dan Karim Benzema.
Madrid menjadi juara Liga Spanyol 2021/2022 dengan raihan 81 poin dari 34 laga, unggul 17 angka dari Sevilla di posisi kedua.
Menyitat data Squawka, Minggu (1/5/2022), keberhasilan Real Madrid menjadi kampiun La Liga membuat Carlo Ancelotti mencatat sejarah sebagai manajer pertama yang mampu menjadi juara di lima liga top Eropa.
Sebelum Real Madrid, Carlo Ancelotti menjadi juara bersama AC Milan (Serie A 2003/04), Chelsea (Liga Inggris 2009/10), Paris Saint-Germain (Ligue 1 2012/13), dan Bayern Munich (Bundesliga 2016/17).
Melansir laman resmi UEFA, lima besar koefisien liga-liga Eropa secara berurutan diisi Liga Inggris (106.212 poin), Liga Spanyol (95.427), Liga Italia (76.188), Bundesliga (74.641) dan Ligue 1 (59.915).
Pencapaian luar biasa itu bahkan belum bisa disamai para juru taktik kawakan saat ini semacam Pep Guardiola hingga Jose Mourinho.
Pep Guardiola tercatat baru meraih gelar juara di tiga liga top Eropa yakni bersama di Liga Spanyol (Barcelona 2008/09, 2009/10, 2010/11), Bundesliga (Bayern Munich 2013/14, 2014/15, 2015/16), dan Liga Inggris (Manchester City 2017/18, 2018/19, 2020/21).
Baca Juga: Real Madrid Berjarak Tiga Poin untuk Kunci Gelar Liga Spanyol, Ancelotti: Kami Akan Mengakhirinya
Sementara Jose Mourinho telah meraih gelar liga domestik di empat negara berbeda yakni Liga Inggris (Chelsea 2004/05, 2005/06, 2014/15), Liga Spanyol (Real Madrid 2011/12), Liga Italia (Inter 2008/09, 2009/10), dan Liga Portugal (Porto 2002/03, 2003/04).
Namun, khusus Liga Portugal tidak masuk ke dalam lima liga top Eropa saat ini. Koefisien UEFA hanya menempatkan Portugal di posisi keenam dengan 53.382 poin.
Berita Terkait
-
Tumbangkan Espanyol 4-0, Real Madrid Juara Liga Spanyol 2021-2022
-
Hasil Bola Tadi Malam: Man City Bantai Leeds, Lazio Menangi Drama Tujuh Gol
-
Hasil Liga Spanyol: Atletico Madrid Tumbang Dihajar Bilbao 2-0
-
Kegagalan di Piala Raja Tak Bikin Mental Pemain Valencia Down
-
Habisi Espanyol 4-0, Real Madrid Juara Liga Spanyol 2021/22
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Polisi Buru 2 Otak Perusakan Kabel Optik Pademangan, Dibayar Rp1 Juta untuk Jegal Pesaing
-
Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR
-
3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
-
Promo Indomaret Terbaru Hari Ini 9 Agustus 2026, Susu dan Perlengkapan Balita Diskon Besar
-
6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu
-
Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap
-
Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman