Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Erling Haaland setelah dirinya dilaporkan memberi hadiah jam tangan seharga Rp232 juta kepada para pemain Borussia Dortmund sebagai kado perpisahan.
Haaland harus mengucapkan selamat tinggal kepada seluruh elemen Borussia Dortmund, baik itu pemain hingga pendukung, usai menuntaskan transfernya ke Manchester City.
Kepastian berlabuhnya pemain berusia 21 tahun itu didapatkan setelah Man City menebus klausul rilisnya yang ditetapkan Dortmund.
Man City dilaporkan menebus Haaland dari Dortmund dengan mahar 60 juta euro atau ekuivalen Rp929 miliar usai melakukan negosiasi.
Kesepakatan harga ini didapatkan sebelum bursa transfer musim panas resmi dibuka. Sehingga, Haaland baru akan bergabung Man City pada Juli 2022 nanti.
Usai dipastikan hijrah ke Man City, Haaland pun melakoni laga terakhirnya bersama Dortmund yakni kala melawan Hertha Berlin.
Laga terakhir yang diselenggarakan di Signal Iduna Park itu berakhir manis dengan kemenangan 2-1 untuk Dortmund, di mana Haaland menjadi salah satu penyumbang golnya.
Laga terakhir Haaland ini pun dibarengi dengan seremoni perpisahan antara pemain asal Norwegia itu dengan para pendukung Dortmund yang memadati Signal Iduna Park.
Usai memberikan ‘kado perpisahan’ berupa gol ke pendukung Dortmund, Haaland pun tak ketinggalan memberikan kado perpisahan kepada seluruh rekan setimnya.
Baca Juga: Liverpool Gagal Juara Liga Inggris, Perasaan Jurgen Klopp Campur Aduk
Tak tanggung-tanggung, kado yang diberikan pun merupakan barang mewah, yakni sebuah jam tangan seharga Rp232 juta.
Kado Perpisahan Berupa Jam Tangan Mewah
Usai melakukan perpisahan ‘resmi’ di Signal Iduna Park kala Dortmund berhadapan dengan Hertha Berlin, Haaland melanjutkan momen perpisahan di luar lapangan.
Momen perpisahan ini dilakukan dengan rekan-rekan setimnya di Dortmund, di mana ia memberikan kado spesial untuk para rekannya.
Dilaporkan oleh media Jerman, Bild, Haaland memberikan kado kepada 33 rekan setimnya berupa jam tangan mewah yang memiliki harga Rp232 juta per bijinya.
Jika ditotal, Haaland harus merogoh kocek sebesar 495 ribu euro atau sekitar Rp7,5 miliar guna memberikan kado perpisahan ini.
Berita Terkait
-
Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang
-
Lamine Yamal dan Erling Haaland: Wajah Baru Pemain Termahal Dunia
-
Karim Adeyemi Tinggalkan Dortmund, Resmi Bergabung dengan Barcelona
-
Pulang ke Oslo Sebagai Warga Biasa, Timnas Norwegia Disambut 100 Ribu Suporter
-
Pulang dari Piala Dunia 2026 Erling Haaland Bawa Oleh-oleh Tak Wajar Seharga Puluhan Juta
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti