Suara.com - AC Monza melengkapi tiga tim Serie B yang promosi ke Liga Italia Serie A untuk musim 2022/2023 mendatang. Kepastian ini didapatkan oleh AC Monza usai menang secara dramatis atas Pisa di babak play-off.
Bertandang ke markas Pisa di Stadion Arena Garibaldi pada leg kedua play-off Serie B, Senin (30/5/2022), Monza menang secara dengan keunggulan 6-4.
Pertandingan perebutan satu tempat ke Serie A ini sangat seru hingga harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu karena agregat sama kuat 4-4 menutup 90 menit.
AC Monza pun resmi mendampingi Lecce dan Cremonese yang sudah lebih dulu memastikan tiket promosi ke Serie A untuk musim depan usai menjadi juara dan runner-up Serie B.
Lantas, bagaimana sejarah AC Monza sendiri? Berikut ulasannya.
Profil AC Monza
Sudah berdiri sejak 1912, salah satu klub lawas asal Italia ini ternyata belum pernah mencicipi kompetisi teratas di piramida sepak bola Negeri Pizza.
Mereka berjuang dari divisi bawah hingga akhirnya bisa mentas di Serie B pada 1951. Selama 15 tahun ada di kasta kedua, klub berjuluk I Bagai itu degradasi ke Serie C.
Meski berstatus sebagai tim papan bawah sejak dulu, AC Monza pernah bikin sejarah dengan menebus perempat final Coppa Italia.
Baca Juga: Belum Perpanjang Kontrak di Torino, Andrea Belotti Dilirik Inter dan Monza
Pencapaian ini menjadi Monza sebagai klub kasta rendah yang mampu mencapai titik perempat final salah satu kompetisi di Italia.
Namun, cobaan kian berat menerpa AC Monza dalam perjalanan mereka. Pada musim 2014/15, mereka dinyatakan bangkrut.
Sesuai dengan ketentuan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), setiap tim yang mengalami pailit maka harus memulai kembali dari kompetisi paling bawah atau Serie D.
Perjuangan mereka untuk kembali ke kasta lebih tinggi membuahkan hasil pada musim 2016/17. Kondisi ini bikin mantan pemilik AC Milan, Silvio Berlusconi, tertarik untuk membeli AC Monza.
Mantan Perdana Menteri Italia itu akhirnya resmi mengakuisisi AC Monza pada 2018 silam. Berlusconi membawa orang-orang kepercayaannya semasa di Milan, seperti sang adik, Paolo Berlusconi, yang menjadi Presiden AC Monza, dan Adriano Galliani, yang kini menjadi chairman AC Monza.
Untuk mewujudkan ambisi menembus Serie A, Berlusconi menggelontorkan dana besar-besaran untuk mendatangkan banyak pemain. Salah satunya sempat mendatangkan mantan pemain AC Milan, Mario Balotelli.
Ambisi besar yang memerlukan waktu tak sebentar itu akhirnya membuahkan hasil dengan keberhasilan meraih tiket promosi ke Serie A untuk musim 2022/23.
Dari segi prestasi, AC Monza sebetulnya cukup apik dengan mengoleksi 4 gelar Serie C dan 4 kali juara Coppa Italia Serie C.
[Aditia Rizki]
Berita Terkait
-
Klub Milik Orang Indonesia Gacor, Salip Juventus di Klasemen Liga Italia
-
Misi Sulit Emil Audero Bendung Ketajaman Rafael Leao Saat Cremonese Jamu AC Milan
-
Media Italia Klaim Jay Idzes Sebagai Rekrutan Terbaik Sassuolo Musim Ini
-
Emil Audero Masuk Radar Juventus Saat Si Nyonya Tua Siapkan Perombakan Skuad Drastis
-
Emil Audero dan Jay Idzes Saling Roasting Soal Pencapaian Karier
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League
-
Dipanggil Timnas Indonesia U-20, Tiga Pemain Muda Persib Bandung Siap Kerja Keras
-
Jay Idzes Bongkar Fanatisme Suporter Timnas Indonesia, Jadi Energi Tambahan
-
Kata-kata Berkelas Justin Hubner Usai Cetak Gol ke Gawang Nijmegen