Suara.com - Jam tayang Piala Presiden 2022 pada hari ini, Minggu (19/6/2022), diboikot oleh akun Instagram @bri.ligasatu. Alasannya karena terlalu malam, dimana ratio keamanan dan keselamatannya bisa dibilang rendah.
Mereka melalui unggahan dalam bentu foto menyampaikan lima alasan penolakan jam tayang Piala Presiden yang dianggap terlalu malam dan berikut rinciannya:
1. Kick off terlalu malam akan menyulitkan pengawasan atas perilaku aparat, panpel, juga suporter karena pintu masuk dibuka setelah kondisi gelap.
2. Kick off terlalu malam akan memperparah keadaan apabila terjadi chaos atau gesekan.
3. Kick off terlalu malam memperbesar resiko terkena tindak kejahatan jalanan bagi penonton saat perjalanan pulang, keluar stadion pukul 11 malam mempertaruhkan keselamatan penonton.
4. Kick off terlalu malam mengganggu jam biologis pesepakbola, yang akan berdampak ke kualitas performa nantinya.
5. Kick off terlalu malam tidak ramah bagi anak-anak dan mengganggu jam biologis mereka. Padahal sejatinya sepakbola adalah hiburan bagi semua, tanpa terkecuali.
"Karena alasan-alasan tersebut, maka kami mengajak seluruh pecinta sepak bola Indonesia untuk memboykot tayangan Piala Presiden yang digelar pukul 20:30 dan boykot ini dimulai besok 19 Juni 2022 (MD 3 Fase Grup)," tulis akun @bri.ligasatu pada Sabtu (18/6/2022).
"Dengan tidak menonton baik melalui televisi maupun melalui aplikasi streaming hingga pihak broadcaster dalam hal ini Indosiar dan penyelenggara mengembalikan jam tayang sepakbola Indonesia menjadi pukul 15:30 dan 18:30.
Baca Juga: RANS Nusantara FC Vs Madura United Imbang Tanpa Gol, Fabio Lefundes Sebut Pemainnya Kelelahan
Keselamatan dan keamanan penonton lebih berharga daripada rating tv semata!!!" sambungnya.
Diketahui, malam ini, jadwal pertandingan Piala Presiden yang akan tayang di Indosiar adalah Persikabo 1973 melawan Arema FC pukul 20.00 WIB, dengan kick off mulai pukul 20.30 WIB.
Postingan tersebut diunggah ulang oleh akun Twitter @rizkyyyfaisal dan menerima ribuan respon warganet yang juga ikut merasa kesal terkait jam tayang Piala Presiden yang terlalu malam.
"Keren! Yang kaya gini-gini harus disupport. Bukan ga mungkin pihak TV dan penyelenggara liga bakal nurut
Kaya pertandingan hari Senin di Liga Jerman. Diboikot dari tahun 2018-2020, 2021 udah ga ada lagi," tulis salah seorang warganet.
"Sksjskjs betul sih, tadi nobar barito kick off jam set 10 (di bjm WITA), pulangnya nyampe rumah jam set 1 jalanan dah pada sepiii, rawan bgt buat cewe sbnrnya," tulis yang lainnya.
"Mengorbankan keselamatan kita yang pulang dari stadion hingga larut malam demi sinetron. opedomseh!," komentar warganet.
"Gak cuma buat penonton,buat timnya juga gak bagus. Main kemalaman itu ganggu siklus istirahat normal pemainnya. Udah waktunya tidur tapi masih dilapangan," komentar yang lainnya.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
RANS Nusantara FC Vs Madura United Imbang Tanpa Gol, Fabio Lefundes Sebut Pemainnya Kelelahan
-
Piala Presiden Memakan Korban, Pengamat Minta Tindak Tegas Panpel
-
Dua Bobotoh Meninggal Dunia di GBLA, Pengamat Ungkap Kerja Panpel Tidak Maksimal: Ini Sudah Jadi Rahasia Umum
-
Jadwal Piala Presiden 2022 Hari Ini, PSM Dan Arema Siap Berlaga
-
Dua Bobotoh Meninggal Dunia, Kapten Persib Ingatkan Nyawa Lebih Penting dari Kemenangan
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gempa M3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo dan Magelang
-
Gempuran AI & Medsos, Local Media Community Surabaya Ungkap Jurus Media Lokal Bertahan
-
Bikin Bobotoh Harap-Harap Cemas, Kok Bisa Akun IG 3,1 Juta Follower Thom Haye Hilang?
-
Heboh Jadi Sayembara, Pakar Sebut Besarnya Hadiah Tak Mengubah Standar Hukum Ijazah Gibran
-
Viva Perfect Matte vs Perfect Shine Lip Color, Mana yang Tahan Lama?
-
Desain Estetik tapi Bikin Gerah, Pramono Janji Benahi Halte Rasuna Said
-
InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif
-
Warna Earth Tone untuk Rumah Bawa Keberuntungan, Ini Cara Menerapkannya sesuai Feng Shui
-
Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia
-
Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki