Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:04 WIB
Pemain muda Persija Jakarta, Rayhan Hannan. [ligaindonesibaru.com]
Baca 10 detik
  • Persija Jakarta menghadapi Super League 2026/2027 dengan tantangan persaingan ketat akibat kehadiran pelatih Shin Tae-yong serta pemain berkualitas.
  • Gelandang Rayhan Hannan menyatakan komitmen untuk terus bekerja keras demi mempertahankan posisinya di tim utama Persija musim depan.
  • Hannan optimis menghadapi peningkatan kualitas kompetisi dengan terus meningkatkan performa serta kemampuan individu selama sesi latihan berlangsung.

Suara.com - Persija Jakarta akan menghadapi tantangan baru pada Super League 2026/2027.

Kehadiran pelatih Shin Tae-yong, ditambah semakin banyaknya pemain diaspora dan legiun asing berkualitas, diprediksi membuat persaingan di dalam skuad Macan Kemayoran semakin sengit.

Namun situasi tersebut tak membuat gelandang muda Persija, Rayhan Hannan, kehilangan rasa percaya diri.

Pemain berusia 22 tahun itu justru menyambut kompetisi musim depan dengan optimisme tinggi dan siap bekerja keras demi mempertahankan tempatnya di tim utama.

Hannan menilai satu-satunya hal yang bisa dikendalikan oleh seorang pemain adalah usaha maksimal setiap kali mendapat kesempatan tampil di lapangan.

Makna Selebrasi 'Kaca Mata' Rayhan Hannan, Ada Pengaruh Wonderkid Barcelona. [Dok. Persija]

“Saya selalu optimistis untuk memberikan yang terbaik. Pada akhirnya kami tidak bisa menentukan hasil, tetapi yang bisa kami tentukan adalah kerja keras di lapangan dan usaha untuk meraih kemenangan,” kata Hannan kepada awak media.

Musim 2025-2026 menjadi salah satu periode paling menjanjikan dalam karier Hannan bersama Persija. Ia mencatatkan 17 penampilan di semua kompetisi dengan kontribusi tiga gol dan satu assist.

Performa Hannan bahkan terus menanjak pada penghujung musim. Ia dipercaya menjadi starter dalam sembilan pertandingan terakhir Persija, termasuk tampil penuh selama 90 menit dalam tiga laga tanpa pernah digantikan.

Kini, dengan hadirnya Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala, Hannan berharap dapat terus berkembang. Meski demikian, ia menyadari keputusan mengenai siapa yang dimainkan sepenuhnya berada di tangan sang pelatih.

Baca Juga: Witan Sulaeman Tak Sabar Dilatih Shin Tae-yong, Bertekad Akhiri Puasa Gelar Persija

“Soal pilihan pelatih, itu bukan sesuatu yang bisa saya kontrol. Jika diberikan kesempatan, saya akan memberikan yang terbaik. Jika belum, saya akan terus bekerja lebih keras lagi,” ujar dia.

Bagi Hannan, persaingan memperebutkan posisi utama bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Fokus utamanya tetap meningkatkan kualitas permainan dan menunjukkan performa terbaik dalam setiap sesi latihan.

Ia juga menyadari level kompetisi Super League musim depan akan jauh lebih kompetitif. Banyak klub melakukan pembenahan dengan merekrut pemain diaspora maupun pemain asing yang memiliki kualitas tinggi.

Meski begitu, kondisi tersebut justru dianggap sebagai motivasi tambahan bagi pemain lokal untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan mereka.

“Harapannya selalu menjadi yang terbaik. Tidak ada tim yang tidak ingin menjadi juara. Persaingan musim depan pasti akan lebih ketat."

"Banyak pemain diaspora dan pemain asing dengan kualitas yang lebih baik. Pemain lokal juga pasti ingin terus bersaing dan meningkatkan level permainannya,” tutup Rayhan Hannan.

Load More