Bola / Bola Indonesia
Kamis, 07 Juli 2022 | 16:06 WIB
Pesepak bola Indonesia U19 Kakang Rudianto (kiri) mencoba merebut bola mendahului kiper Thailand U19 Narongsak Naengwongsa (kanan) dalam laga penyisihan grup Piala AFF U19 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (6/7/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

Kondisi yang membuat para pemain di semua lini gagal memaksimalkan peluang, bahkan menjelang akhir laga Cahya Supriadi dibuat jatuh-bangun melakukan penyelematan.

Fisik Habis

Kondisi fisik memang menjadi perhatian serius Shin Tae-yong, karena hal itu sangat berpengaruh terhadap agresivitas para pemainnya.

Guna memastikan serangan demi serangan yang gencar dilakukan menjad maksimal, elemen penting yang satu ini harus segera diperbaiki.

Tak Punya Mesin Pembunuh

Timnas Indonesia U-19 dinilai tak memiliki pemain bernaluri mencetak gol yang tinggi, hal itu bisa dilihat saat Shin Tae-yong melontarkan kritik keras.

Ronaldo Kwateh dan Hokky Caraka yang menjadi tumpuan lini serang tim tentu diharapkan untuk bisa menjadi lebih tajam, meski tampil mengesankan melawan Brunei Darussalam.

Namun, saat melawan Vietnam U-19 dan Thailand U-19 kedua pemain ini seolah kehilangan rasa ingin membunuh dengan mengoyak jala gawang lawan.


Kontributor: Eko Isdiyanto

Baca Juga: Shin Tae-yong Frustasi dengan Lini Serang Timnas Indonesia U-19, Nama Samuel Silalahi Kini Jadi Sorotan

Load More