Upaya itu ditempuh lebih karena alasan waktu siaran yang lebih khusus lagi menyangkut prime time di mana dalam periode waktu inilah jumlah penonton acara televisi mencapai puncaknya.
Dan itu berkaitan dengan iklan besar yang akan menjadi pemasukan besar untuk stasiun televisi yang menyiarkan tayangan. Ini logika biasa dalam bisnis televisi.
Dari definisi umum yang dikenal selama ini, prime time adalah waktu yang tepat untuk menjangkau pemirsa TV dalam jumlah besar, yakni dari 8 malam sampai 11 malam.
Menurut Nielsen, pemirsa menonton televisi akan menghabiskan waktu hampir 2 jam per hari selama jam-jam prime time. Durasi ini berkurang menjadi lebih dari 1 setengah jam menonton ketika siang hari dari pukul 11:00 sampai pukul 15:00. Ini terus berkurang pada jam-jam pagi (06.00-10.00) dan larut malam (11.00-22.00).
Sebenarnya ini sudah umum dipraktikkan oleh para pelaku siaran olahraga langsung di mana-mana, tak cuma di Indonesia.
Namun tetap saja pemakluman kepada televisi dalam menomorsatukan prime time bukan berarti protes Persib tak dipedulikan, apalagi alasan Persib lebih kepada aspek keolahragaan dan kesehatan atlet yang semestinya menjadi perhatian penyelenggara kompetisi.
Oleh karena itu, suara Persib mengenai "asas keadilan" harus didengar. Bukan saja demi Persib, namun juga sebagai pesan keadilan untuk semua anggota komunitas sepakbola nasional dan Liga 1 Indonesia khususnya.
LIB sendiri sigap memperbaikinya. Buktinya, dalam jadwal pekan pertama Liga 1 musim ini, pertandingan Bali United melawan Persija Jakarta yang dalam draft sebelumnya berlangsung pukul 20:30 WIB, kini sudah dimajukan menjadi pukul 16:00 WIB.
Sebagai referensi saja, sebagian besar liga sepak bola profesional di seluruh dunia hampir tak pernah memberikan status khusus untuk sebuah klub dengan menaruhnya pada jadwal-jadwal yang khusus, hanya karena tim itu memiliki penggemar lebih banyak atau terbanyak.
Baca Juga: Teco Segera Kembali ke Indonesia dari Brasil, Kabar Baik untuk Bali United Jelang Liga 1
Liga Premier Inggris misalnya. Tak ada "perlakuan khusus" kepada tim-tim besar seperti Manchester City, Liverpool, Chelsea, Manchester United, Arsenal dan Tottenham Hotspur yang memiliki penggemar lebih banyak dibandingkan dengan tim-tim Inggris lainnya.
Semua tim ini ditempatkan pada jadwal pertandingan yang sama. Prinsipnya, mereka menjunjung kesetaraan yang termasuk determinan pokok dalam sportivitas yang merupakan nilai luhur sepak bola dan olahraga.
Demi citra sepak bola
Yang berbeda dari Liga Inggris adalah jam tanding akan lebih malam jika pertandingan digelar bukan saat akhir pekan pada Sabtu dan Minggu.
Asumsinya, dua hari itu adalah hari libur sehingga sebagian besar orang dianggap berada di rumah atau di tempat-tempat yang santai bersama kerabat atau teman. Maka dalam dua hari ini, semua jam diasumsikan sebagai prime time. Oleh karena itu, saat akhir pekan Liga Premier Inggris memakai jadwal antara 12.30 sampai 17.30.
Tetapi lain jika pertandingan harus dilakukan pada hari biasa, entah Senin, Kamis, Jumat, atau lainnya. Dalam hari-hari seperti ini Liga Inggris biasanya menetapkan jam pertandingan antara pukul 19.30 sampai 20.00.
Lain lagi dengan Liga Spanyol, Liga Italia dan Liga Prancis. Liga-liga ini kadang memasukkan jadwal pertandingan sampai larut malam pukul 21.00 yang tak saja untuk hari biasa, namun juga saat akhir pekan.
Oleh karena para penggemar bola sudah terbiasa menyaksikan klub-klub besar seperti Real Madrid, Barcelona, Juventus, Inter Milan, AC Milan atau Paris Saint Germain bermain malam hari.
Cuma, jatahnya lebih proporsional dibandingkan dengan draft yang sudah dilihat Persib untuk jadwal pertandingan Liga 1 Indonesia itu.
Semangatnya adalah menjunjung kesetaraan yang berkaitan dengan sportivitas yang esensial dalam kompetisi olahraga.
Kemudian, mengingat pertandingan Liga 1 Indonesia nanti bakal disaksikan langsung di stadion, waktu yang terlalu malam bisa berisiko bagi sebagian klub yang memiliki pendukung fanatik dengan riwayat kekerasan, entah di sekitar stadion maupun jauh di area stadion. Ini juga mesti menjadi bahan pertimbangan.
Tapi di balik ini semua, ada pesan bagus bahwa tayangan sepakbola dan olahraga nasional mulai diperhatikan serius oleh dunia pertelevisian nasional.
Menjamurnya platform-platform video streaming dan kanal-kanal media sosial sering membuat acara televisi menjadi terkesampingkan, sehingga menekan pemasukan untuk bisnis siaran.
Platform video streaming sendiri meraup pemirsa acara televisi dan film yang luar biasa di banyak negara, termasuk Indonesia. Di tengah situasi ini, siaran olahraga langsung menjadi benteng terakhir televisi tradisional.
Dan itu realitas yang terjadi di mana-mana di dunia ini, termasuk di Amerika Serikat. Di banyak stasiun televisi di negara ini, siaran langsung olahraga bahkan bisa menyumbangkan 75 dari 100 program yang paling banyak ditonton sepanjang 2021. Dan ini jaminan untuk masuknya iklan dan pemasukan keuangan besar untuk televisi.
Namun, kembali ke konteks Liga 1 Indonesia, kepentingan pemain dan suara klub, serta dampak terhadap khalayak, seyogyanya juga menjadi pertimbangan karena apa yang terjadi di dalam dan di luar lapangan akan berpengaruh langsung kepada citra dan kemajuan sepak bola nasional.
[Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Punya Skuat Mumpuni, Persib Bandung Miliki Kans Besar Juara Liga 1 2022-23
-
Liga 1 Sudah Dekat, Persiapan Bhayangkara FC Semakin Intensif
-
Persikabo 1973 Tidak Gentar Nama Besar Persebaya
-
Betapa Pentingnya Pertandingan Pertama Liga 1, Persikabo 1973 Tidak Gentar Nama Besar Persebaya
-
Liga 1 2022/2023 Sebentar Lagi, Persikabo 1973 Coret Dua Pemain Asing
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Ketajaman Erling Haaland Menghancurkan Senegal Sekaligus Mengukir Rekor Piala Dunia 2026
-
Aljazair Comeback Kalahkan Yordania 2-1 dan Jaga Asa Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Pratama Arhan ke Persija Jakarta Susul STY?
-
Rekor Gila Kylian Mbapp Warnai Pesta Gol Prancis Saat Bantai Irak 3-0 di Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Mengejutkan Lionel Messi Cetak Gol Terbanyak Piala Dunia, Meski Gagal Cetak Penalti
-
Catatan Positif dan Negatif Lionel Messi saat Argentina Tundukkan Austria di Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Jadi Raja Gol Piala Dunia, Tapi Rekornya Terancam Disalip Mbappe
-
Puja-puji Scaloni untuk Lionel Messi: Lihat Saja Komitmennya!
-
Sempat Kesulitan, Didier Deschamps Bongkar Kunci Kemenangan Atas Irak
-
Erling Haaland Samai Rekor Harry Kane usai 2 Golnya Antar Norwegia ke 32 Besar Piala Dunia 2026