Suara.com - Sejumlah kontestan Liga 1 2022-2023 sudah menebar ancaman sejak awal musim karena memiliki komposisi pemain asing yang dianggap mengerikan.
Dari empat slot pemain asing yang tersedia, kontestan-kontestan ini diprediksi akan tampil menggebrak di Liga 1 2022-2023 mengingat kualitas penggawa impornya yang tak perlu diragukan lagi.
Setidaknya ada empat klub yang punya komposisi pemain asing yang mengerikan. Satu tim di antaranya memiliki komposisi yang tak jauh berbeda dari musim lalu.
Sementara itu, ada pula yang melakukan perombakan besar-besaran dengan mendatangkan pemain asing berkualitas Eropa untuk Liga 1 2022-2023.
Berikut Bolatimes.com menyajikan empat kontestan Liga 1 2022-2023 yang memiliki komposisi pemain asing mengerikan.
Pada masa-masa awal persiapan menghadapi Liga 1 2022-2023, PSIS Semarang menjadi salah satu kontestan yang sudah menggemparkan publik dengan pergerakan transfernya.
Hal ini karena Mahesa Jenar mengumumkan dua pemain asing yang tampil luar biasa pada Liga 1 musim lalu. Mereka adalah Taisei Marukawa dan Carlos Fortes.
Dua pemain yang bersinar ini akan melengkapi komposisi pemain asing PSIS. Sebelumnya sudah ada nama Jonathan Cantillana yang dipertahankan.
Baca Juga: Blak-blakan! Video Vokalis Zian Zigaz Bongkar Keburukan Manajemen Persija Jakarta
Selain itu, PSIS juga mengangkut rekan setim Taisei di Persebaya Surabaya, yakni Alie Sesay, untuk memperkokoh barisan pertahanan.
Dibanding musim lalu, komposisi pemain asing Persib Bandung memang mengalami perubahan. Sebab, ada dua nama baru yang diangkut oleh Maung Bandung.
Mereka adalah Ciro Alves, striker produktif di Liga 1, dan Daisuke Sato, pemain keturunan Filipina-Jepang untuk mengisi slot pemain Asia.
Dua nama ini akan melengkapi komposisi musim lalu yang menyisakan dua nama, yaitu David da Silva dan Nick Kuipers.
Dengan memiliki dua nama pemain asing di lini serang, anak asuh Robert Rene Alberts diyakini bakal menjadi tim yang produktif di Liga 1 2022-2023.
Berita Terkait
-
Resmi! Persija Lepas Barnabas Sobor ke Tim Liga 2, Ini Alasan Thomas Doll
-
Klasemen Liga 1 2022/2023: Madura United Berjaya, Persija di Papan Bawah
-
Dipermalukan Persikabo 1973, Pemain Persebaya Dinilai Gagap Atmosfer Kompetisi
-
PSIS Semarang Jalin Kerja Sama dengan Skor 88 News, Warganet Ragu: Jangan Bikin Orang Underestimate
-
JIS Belum Bisa Dipakai Persija untuk Liga 1 2022/2023, Ini Penjelasan LIB
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan