Suara.com - Erik ten Hag tak bisa menyembunyikan kekecewaan usai menelan kekalahan di pertandingan perdananya sebagai manajer Manchester United (MU) di Liga Inggris 2022/2023.
Dua gol Pascal Pascal Gross di babak pertama memberi Brighton keunggulan 2-0 di Old Trafford. Manchester United sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol bunuh diri Alexis Mac Allister, tetapi gagal menambah gol hingga pertandingan berakhir.
Usai pertandingan, Ten Hag mengatakan bahwa dia kecewa laga perdananya sebagai pelatih MU di Liga Inggris harus menelan kekalahan.
"Ini sebuah kemunduran, kekecewaan nyata dan kami harus menghadapinya," kata Ten Hag di laman resmi klub, Senin (8/8/2022).
Ten Hag sadar bahwa dia memiliki tugas berat sebagai pelatih MU, tetapi dia menegaskan bahwa semuanya butuh proses.
"Saya tahu dari awal bahwa ini tidak akan mudah dan butuh proses. Ini membutuhkan waktu. Namun, Anda tidak punya waktu, Anda harus memenangkan pertandingan dan kami seharusnya melakukannya dengan lebih baik," tambah pelatih asal Belanda tersebut.
Ten Hag mengatakan bahwa para pemainnya terlalu sering kehilangan bola di pertandingan tersebut dan timnya akan belajar dari kesalahan tersebut.
Dia kemudian ditanya tentang keputusannya untuk mencadangkan Cristiano Ronaldo di awal pertandingan. Namun, pelatih berusia 52 tahun itu senang dengan dampak yang dibuat pemain berusia 37 tahun itu setelah dimasukkan delapan menit setelah babak kedua dimulai.
Ten Hag menekankan bahwa Ronaldo "membutuhkan waktu" untuk kembali fit setelah melewatkan sebagian besar latihan pra-musim.
Baca Juga: Manchester United Langsung Kalah di Laga Pertama, Dipermalukan Brighton 1-2 di Old Trafford
"Tidak bisa dipaksakan," tambahnya. "Satu pekan berlatih, berlatih sedikit sekarang dan dia harus berlatih lebih banyak untuk menjadi kembali bugar. Pertandingan ini akan membantunya, dia bermain 35-40 menit sekarang. Sekarang kami punya waktu satu pekan."
[Antara]
Berita Terkait
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Jose Mourinho Dikabarkan Ngamuk Usai Aurelien Tchouameni Menuju Manchester United
-
Tinggalkan Eropa, Casemiro Resmi Gabung Inter Miami dan Siap Main Bareng Lionel Messi
-
Youri Tielemans Tak Sabar Main di Old Trafford Usai Gabung Manchester United
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan