Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyatakan Kemenpora bersama induk sepak bola Indonesia, PSSI, akan terus memutar otak untuk mencari cara guna melanjutkan serta menjaga keberlangsungan pembinaan tim nasional U-16 Indonesia yang pekan lalu menjuarai Piala AFF U-16 2022.
"Memang saya sudah bicara dengan Ketua Umum PSSI, Pak Mochamad Iriawan, kita konsentrasi bina mereka. Karena mereka yang kita harapkan pengisi U-20 nanti, bahkan mungkin ke U-23 sampai ke senior," katanya kepada wartawan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, selepas mengikuti upacara pengukuhan pasukan pengibar bendera pusaka HUT RI ke-77.
Langkah tersebut dinilai penting, sebab menurut Menpora selama ini kerap terjadi putusnya keberlanjutan prestasi dari timnas usia dini ke level senior.
Oleh karena itu diharapkan dengan pemantauan proses pembinaan yang berkelanjutan dapat membantu menjaga para pemain Timnas U-16 mencapai peak performance dalam usia 23-24 tahun.
"Selama ini di U-16 mereka bagus kemudian kita tidak bisa secara serius sehingga yang sampai ke timnas senior sangat sedikit," kata Menpora.
"Makanya dengan PSSI sebagai federasi kita akan cari cara supaya mereka terbina terus, saya berharapnya sampai dia pemain senior. Jadi kalau kira-kira sekarang 16, sampai 8-10 tahun yang akan datang, karena peak performance atlet kan usia 23-24," tambahnya seperti dimuat Antara.
Gelar yang diraih di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, pada Jumat (12/8), merupakan trofi Piala AFF U-16 kedua yang diperoleh Indonesia setelah edisi 2018.
Skuad besutan Bima Sakti itu selanjutnya akan bersiap melakoni fase Kualifikasi Piala Asia U-17 2023.
Indonesia akan menjadi tuan rumah fase kualifikasi Grup B dengan meladeni Guam, Malaysia, Palestina, dan Uni Emirat Arab pada 1-9 Oktober mendatang.
Baca Juga: Ketum PSSI: Shin Tae-yong Tiba di Indonesia 17 Agustus
Di level Asia, timnas U-16 Indonesia terakhir kali mencapai perempat final edisi 2018 setelah nyaris tiga dekade memperoleh prestasi terbaik berupa peringkat keempat edisi 1990.
Tag
Berita Terkait
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Kuat di Balik Dukungan ke Infantino Komersialkan Piala Dunia
-
UEFA Tolak FIFA Jual Saham Piala Dunia, PSSI Dukung Penuh: Indonesia Butuh Duit
-
FIFA vs UEFA: Infantino Dituduh 'Suap' Rp598 M ke 211 Federasi, Termasuk PSSI?
-
Here We Go! Erick Thohir Spill Indonesia Jadi Tuan Rumah Turnamen Bergengsi FIFA, Apa Itu?
-
Nasib Justin Hubner di Piala AFF 2026 Tergantung Bursa Transfer, Bakal Gabung Persib?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan