"Namun, tidak bisa dipungkiri juga bahwa saat itu, negara-negara lain juga memiliki pemain-pemain bagus. Ada Spanyol, Brasil, Prancis, mereka semua juga sangat bagus. Ya, sayang rasanya saya tak bisa dapat trofi Piala Dunia untuk Inggris," sambungnya.
Coba Peruntungan di Real Madrid, Tapi Gagal
Owen yang ketika itu sedang jaya-jayanya mencoba mengembangkan karier membela klub lain. Raksasa LaLiga Spanyol, Real Madrid menjadi pilihan pemain yang berusia 42 tahun pada 2022.
Pada 2004, Owen didatangkan untuk melengkapi proyek Los Galacticos Real Madrid ketika itu. Meski menurut laporan, El Real sudah menginginkan jasa Owen sejak 2002.
Bersama Real Madrid, Owen berada satu tim dengan nama-nama besar pada masanya. Sebut saja Iker Casillas, Zinedine Zidane, David Beckham, Raul Gonzalez, dan Ronaldo.
Sebagai seorang striker, Owen harus bersaing dengan Raul dan Ronaldo. Tentu sangat sulit bagi sang pemain terlebih Raul adalah pemain yang dihormati publik Madrid.
Akibatnya Owen kesulitan bersaing. Ia lebih banyak duduk di bangku cadangan. Hanya semusim ia bertahan di Santiago Bernabeu, dengan catatan 17 gol dari 45 penampilan di semua kejuaraan
Owen membantah kariernya menurun di Real Madrid karena kesulitan bersaing. Bahkan, ia menyebut Liga Spanyol lebih mudah untuk adaptasi ketimbang Inggris.
"Di Spanyol, ketika main untuk Real Madrid dan Barcelona, kamu akan selalu memegang bola. Lebih mudah juga karena saya bermain dengan banyak bintang macam David Beckham, Luis Figo, Zinedine Zidane, Ronaldo, dan Raul," terang Owen.
Baca Juga: Celta Vigo vs Real Madrid, Carlo Ancelotti Pastikan Los Blancos Siap Tempur
"Tempo di LaLiga juga lebih santai ketimbang Premier League, laga-laganya berjalan lebih lamban. Ya, bisa dibilang Premier League adalah liga tersulit di dunia, karena temponya berlangsung cepat, dan para pemain dituntut memiliki kekuatan fisik yang bagus," ungkapnya.
Kesal Tak Bisa Pulang ke Liverpool
Hanya bertahan satu musim di Spanyol, Owen kembali ke Inggris. Ia mengaku sangat ingin sekali pulang ke tim yang telah membesarkan namanya, Liverpool.
Namun, hingga gantung sepatu apa yang diinginkan Owen tak pernah terwujud. Padahal, ia mengaku sangat mencintai The Reds.
Setelah meninggalkan Real Madrid dan gagal pulang ke Liverpool, Owen memutuskan bergabung dengan Newcastle United. Sayang, ia gagal mengembalikkan performanya seperti saat di Liverpool.
Bersama Newcastle, Owen banyak berkutat dengan cedera yang dimulai pada 2005 ketika pertandingan melawan Tottenham Hotspur yang membuatnya absen selama lima bulan. Meski begitu, Owen tak kehilangan tempat di tim nasional dan masih dipercaya masuk skuad untuk Piala Dunia 2006.
Pada akhirnya, kontrak Owen diputus. Setelah itu pun ia masih berusaha agar bisa pulang ke Liverpool.
"Ya sangat sulit saat itu memang, apalagi hati saya masih untuk Liverpool. Saya mencoba beberapa kali untuk kembali ke Liverpool dalam setiap kesempatan," terang Owen.
"Bahkan ketika saya meninggalkan Newcastle, saya pernah mencoba untuk kembali ke Liverpool. Namun, saat itu Liverpool punya banyak penyerang bagus seperti Fernando Torres dan Luis Suarez. Liverpool sudah tidak membutuhkan saya, saya kesal tidak bisa kembali ke Liverpool, tapi saya harus meneruskan karier saya di tempat lain," tambahnya.
Gabung Manchester United
Keputusan kontroversial pun akhirnya dibuat Owen usai dibuang Newcastle United. Ia memutuskan bergabung dengan tim rival dari Liverpool yakni Manchester United pada 2009.
Owen yang dianggap sebagai legenda Liverpool mulai disebut penghianat oleh fans The Reds. Namun, bukan tanpa alasan Owen melakukan hal tersebut.
Justru ia merasa beruntung masih ada tim besar yang mau menampungnya. Meski menurut laporan Owen hanya digaji per pertandingan.
Bersama Manchester United, Owen lebih banyak berada di bangku cadangan. Masalah cedera yang ia alami masih menjadi momok tersendiri bagi sang pemain.
Bagi Owen pindah ke Manchester tidak pernah ia sesalkan meski hati berkata lain. Menurutnya, karier sepak bolanya harus terus maju
"Salah satu tim besar yang saat itu menginginkan saya adalah Manchester United. Jadi, saya adalah pesepak bola profesional yang harus dibayar, saya harus main sepak bola level tinggi. Pindah ke United jadi salah satu langkah terbaik bagi saya saat itu," ucapnya.
Manchester United mengakhiri kerjasama dengan Owen di akhir musim 2011/2012. Owen kemudian hengkang ke Stoke City dan mengakhiri kariernya di sana pada usia 34 tahun.
Berita Terkait
-
Serba-serbi Comeback BLACKPINK, Jennie Bikin Heboh Pakai Jersey MU di MV Pink Venom
-
Erik ten Hag Tetap Pakai Pola Permainan Sama Saat Manchester United Lawan Liverpool
-
Rela Jadi Supir, Raffi Ahmad Boyong Michael Owen ke Rumahnya Untuk Ketemu Rafathar
-
Manchester United vs Liverpool Laga Penuh Ambisi untuk Raih Kemenangan
-
Celta Vigo vs Real Madrid, Carlo Ancelotti Pastikan Los Blancos Siap Tempur
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kiper Mesir Syok The Pharaohs Bisa Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Drama Adu Penalti di Arlington! Mesir Singkirkan Australia Segel Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
-
Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme
-
Bersinar di Persija, Fajar Fathurrahman Juga Sandang Gelar Sarjana dan Raih Penghargaan Kampus
-
Sandy Walsh Bersiap Jalani Latihan Perdana Bersama Persib Bandung, Igor Tolic Pastikan Skuad Kumpul
-
Tak Sepakat Piala AFF Disebut Ecek-ecek, PSSI: Kita Belum Juara
-
Jual Jersey untuk Berobat Anak, Kiper Paraguay Ingin Kalahkan Prancis Demi Pulangkan Baju Miliknya
-
Rayhan Hannan Tak Takut Gempuran Pemain Keturunan, Siap Rebut Kepercayaan Shin Tae-yong di Persija