Suara.com - Pecinta sepakbola era 1990-an tentu tidak asing dengan sosok Michael Owen. Sosok yang lahir di Chester pada 14 Desember 1979 itu sempat digadang-gadang menjadi pesepakbola andalan tim nasional Inggris di masa depan.
Awal kemunculan pemain yang berposisi sebagai striker ini sangat memukau. Anak-anak di Indonesia ketika itu banyak yang menggemari sang pemain hingga menjadi idola di console PlayStation.
Bagaimana tidak, Owen mencuri perhatian publik Inggris di awal kemunculannya di level profesional. Ia menjalani debut saat masih berusia 17 tahun bersama tim yang membesarkan namanya, Liverpool, melawan Wimbledon FC di Selhurst Park dalam ajang Liga Inggris pada 6 Mei 1997.
Ketika itu, Owen muda langsung membuktikan diri dengan gol yang dibuatnya meski gagal membawa Liverpool meraih kemenangan.
Usai penampilannya di laga tersebut, Pelatih Liverpool saat itu Roy Evans pun memberikan tempat utama kepada sang pemain pada musim 1997/1998. Hal yang jarang ditemui di Liga Premier kala itu.
Owen terus menunjukkan aksi-aksinya meski gagal mengantarkan The Reds --julukan Liverpool-- menjadi kampiun. Namanya semakin melambung setelah menjadi top skor Liga Premier 1997/1998.
Sejak debutnya itu, posisi Owen di lini depan Liverpool hampir tak tergantikan hingga 2004. Ketika kontraknya tersisa satu musim, sang pemain memutuskan hijrah ke Real Madrid.
Bersama Liverpool, Owen mempersembahkan trofi Piala UEFA 2000/2001, Piala Super Eropa 2001/2002, Piala FA 2001, Piala Liga Inggris 2001 dan 2003. Penghargaan individu juga ia dapatkan seperti top skor Liga Premier Inggris yang diraih pada 1997/1998 dan 1998/1999 hingga Ballon d'Or 2001.
Selama tujuh musim membela Liverpool, Owen mencatatkan 284 penampilan di semua ajang dan membukukan 150 gol dan delapan assist.
Baca Juga: Celta Vigo vs Real Madrid, Carlo Ancelotti Pastikan Los Blancos Siap Tempur
Akhir Menyedihkan di Timnas Inggris
Catatan gemilang Owen ketika itu langsung mendapat perhatian Pelatih Timnas Inggris Glenn Hoddle. Ia disertakan bahkan tembus dalam skuad utama Inggris untuk Piala Dunia 1998.
Pencapaian Inggris pada ajang tersebut mentok di babak 16 besar, mereka takluk dari Argentina melalui babak adu penalti. Tapi penampilan Owen tetap menjadi pusat perhatian karena mampu menorehkan dua gol dan satu assist dalam empat penampilannya.
Bersama Inggris, Owen tampil dalam beberapa kejuaraan bergengsi seperti Piala Dunia 1998, 2002, dan 2006. Lalu Euro 2000 dan 2004.
Sayangnya, Owen belum memberikan prestasi apapun untuk negara tercintanya itu. Meski di setiap edisi Piala Dunia dan Euro, Owen selalu berusaha memberikan yang terbaik.
"Itu menjadi salah satu hal yang saya sayangkan selama karier saya (terutama di Piala Dunia). Gagal memenangi sesuatu dengan Inggris, apalagi saya bermain bersama generasi terbaik yang dimiliki Inggris adalah sesuatu yang mengecewakan," kata Owen saat berbincang dengan Suara.com, Sabtu (20/8/2022).
"Namun, tidak bisa dipungkiri juga bahwa saat itu, negara-negara lain juga memiliki pemain-pemain bagus. Ada Spanyol, Brasil, Prancis, mereka semua juga sangat bagus. Ya, sayang rasanya saya tak bisa dapat trofi Piala Dunia untuk Inggris," sambungnya.
Coba Peruntungan di Real Madrid, Tapi Gagal
Owen yang ketika itu sedang jaya-jayanya mencoba mengembangkan karier membela klub lain. Raksasa LaLiga Spanyol, Real Madrid menjadi pilihan pemain yang berusia 42 tahun pada 2022.
Pada 2004, Owen didatangkan untuk melengkapi proyek Los Galacticos Real Madrid ketika itu. Meski menurut laporan, El Real sudah menginginkan jasa Owen sejak 2002.
Bersama Real Madrid, Owen berada satu tim dengan nama-nama besar pada masanya. Sebut saja Iker Casillas, Zinedine Zidane, David Beckham, Raul Gonzalez, dan Ronaldo.
Sebagai seorang striker, Owen harus bersaing dengan Raul dan Ronaldo. Tentu sangat sulit bagi sang pemain terlebih Raul adalah pemain yang dihormati publik Madrid.
Akibatnya Owen kesulitan bersaing. Ia lebih banyak duduk di bangku cadangan. Hanya semusim ia bertahan di Santiago Bernabeu, dengan catatan 17 gol dari 45 penampilan di semua kejuaraan
Owen membantah kariernya menurun di Real Madrid karena kesulitan bersaing. Bahkan, ia menyebut Liga Spanyol lebih mudah untuk adaptasi ketimbang Inggris.
"Di Spanyol, ketika main untuk Real Madrid dan Barcelona, kamu akan selalu memegang bola. Lebih mudah juga karena saya bermain dengan banyak bintang macam David Beckham, Luis Figo, Zinedine Zidane, Ronaldo, dan Raul," terang Owen.
"Tempo di LaLiga juga lebih santai ketimbang Premier League, laga-laganya berjalan lebih lamban. Ya, bisa dibilang Premier League adalah liga tersulit di dunia, karena temponya berlangsung cepat, dan para pemain dituntut memiliki kekuatan fisik yang bagus," ungkapnya.
Kesal Tak Bisa Pulang ke Liverpool
Hanya bertahan satu musim di Spanyol, Owen kembali ke Inggris. Ia mengaku sangat ingin sekali pulang ke tim yang telah membesarkan namanya, Liverpool.
Namun, hingga gantung sepatu apa yang diinginkan Owen tak pernah terwujud. Padahal, ia mengaku sangat mencintai The Reds.
Setelah meninggalkan Real Madrid dan gagal pulang ke Liverpool, Owen memutuskan bergabung dengan Newcastle United. Sayang, ia gagal mengembalikkan performanya seperti saat di Liverpool.
Bersama Newcastle, Owen banyak berkutat dengan cedera yang dimulai pada 2005 ketika pertandingan melawan Tottenham Hotspur yang membuatnya absen selama lima bulan. Meski begitu, Owen tak kehilangan tempat di tim nasional dan masih dipercaya masuk skuad untuk Piala Dunia 2006.
Pada akhirnya, kontrak Owen diputus. Setelah itu pun ia masih berusaha agar bisa pulang ke Liverpool.
"Ya sangat sulit saat itu memang, apalagi hati saya masih untuk Liverpool. Saya mencoba beberapa kali untuk kembali ke Liverpool dalam setiap kesempatan," terang Owen.
"Bahkan ketika saya meninggalkan Newcastle, saya pernah mencoba untuk kembali ke Liverpool. Namun, saat itu Liverpool punya banyak penyerang bagus seperti Fernando Torres dan Luis Suarez. Liverpool sudah tidak membutuhkan saya, saya kesal tidak bisa kembali ke Liverpool, tapi saya harus meneruskan karier saya di tempat lain," tambahnya.
Gabung Manchester United
Keputusan kontroversial pun akhirnya dibuat Owen usai dibuang Newcastle United. Ia memutuskan bergabung dengan tim rival dari Liverpool yakni Manchester United pada 2009.
Owen yang dianggap sebagai legenda Liverpool mulai disebut penghianat oleh fans The Reds. Namun, bukan tanpa alasan Owen melakukan hal tersebut.
Justru ia merasa beruntung masih ada tim besar yang mau menampungnya. Meski menurut laporan Owen hanya digaji per pertandingan.
Bersama Manchester United, Owen lebih banyak berada di bangku cadangan. Masalah cedera yang ia alami masih menjadi momok tersendiri bagi sang pemain.
Bagi Owen pindah ke Manchester tidak pernah ia sesalkan meski hati berkata lain. Menurutnya, karier sepak bolanya harus terus maju
"Salah satu tim besar yang saat itu menginginkan saya adalah Manchester United. Jadi, saya adalah pesepak bola profesional yang harus dibayar, saya harus main sepak bola level tinggi. Pindah ke United jadi salah satu langkah terbaik bagi saya saat itu," ucapnya.
Manchester United mengakhiri kerjasama dengan Owen di akhir musim 2011/2012. Owen kemudian hengkang ke Stoke City dan mengakhiri kariernya di sana pada usia 34 tahun.
Berita Terkait
-
Serba-serbi Comeback BLACKPINK, Jennie Bikin Heboh Pakai Jersey MU di MV Pink Venom
-
Erik ten Hag Tetap Pakai Pola Permainan Sama Saat Manchester United Lawan Liverpool
-
Rela Jadi Supir, Raffi Ahmad Boyong Michael Owen ke Rumahnya Untuk Ketemu Rafathar
-
Manchester United vs Liverpool Laga Penuh Ambisi untuk Raih Kemenangan
-
Celta Vigo vs Real Madrid, Carlo Ancelotti Pastikan Los Blancos Siap Tempur
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dipimpin Cristiano Ronaldo, Ini Skuad Mewah Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
-
Real Madrid Umumkan Jose Mourinho usai Pertandingan Lawan Athletic Club
-
Cristiano Ronaldo akan Jadi Pemain Pertama yang Tampil di 6 Edisi Piala Dunia
-
Daftar Pemain RD Kongo di Piala Dunia 2026, Bomber Newcastle Jadi Tumpuan
-
Jelang Laga Krusial Lawan Manchester City, Ini Kata Pelatih Bournemouth
-
Putra Bojan Hodak Resmi Dipanggil Timnas Malaysia U-19 untuk Piala AFF U-19 2026
-
Cari Selamat? Guardiola Tinggalkan Manchester City di Tengah 115 Dakwaan Finansial
-
Skuad Timnas Kroasia di Piala Dunia 2026: Gelandang Veteran Masih Diandalkan
-
Daftar Korban 'Coret' Timnas Brasil: Skuad Sakit Hati yang Terlalu Mewah untuk Jadi Penonton
-
Jelang Laga Krusial Manchester City, Mikel Arteta Mendadak Jadi Suporter Bournemouth