Para pemain mereka, termasuk yang dibawa ke Indonesia untuk laga persahabatan di Bandung dan Bekasi itu, berasal dari klub-klub mendunia yang mungkin dikenal oleh penggemar sepak bola Indonesia.
Rasa Eropa
Mereka membawa pemain-pemain yang tengah berlaga untuk klub-klub seperti Cardiff City dan Birmingham City yang kini bermain di divisi dua Liga Championship tapi pernah juga malang melintang di Liga Premier Inggris.
Seterusnya pemain-pemain mereka bermain untuk Boavista di liga utama Portugal, Willem II di Belanda dan banyak lagi klub liga sepak bola Belanda termasuk klub lapis dua PSV Eindhoven dan Utrecht, selain CFR Cluj di Rumania yang lumayan sering dalam kompetisi Eropa termasuk Liga Champions.
Dua andalan mereka dalam mencetak gol pun merupakan pemain-pemain jebolan klub-klub itu, tepatnya Leandro Bacuna yang bermain untuk Cardiff City dan Rangelo Janga yang memperkuat klub divisi utama Rumania, CFR Cluj.
Bacuna dan Janga masing-masing sudah mencetak 14 dan 13 gol selama memperkuat timnas Curacao.
Jadi, secara teoritis Curacao bukan tim sembarangan. Sebaliknya "rasa Eropa" mereka bisa membuat mereka menjadi tim yang menantang pemain-pemain Indonesia mengerahkan kemampuan terbaiknya persis saat bertanding dalam laga kompetitif.
Namun karena memang tak begitu luas dikenal dunia, kecuali peringkatnya yang lebih tinggi itu, wajar jika Indonesia masih awam dengan Curacao.
"Jujur enggak ada yang tahu tentang Curacao, jadi sampai sebelum pertandingan, mungkin besok akan dianalisis dulu tentang tim Curacao seperti apa," kata pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong usai sesi latihan di Lapangan Sidolig, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin.
Baca Juga: Lirik Tanah Airku, Lagu yang Dinyanyikan Timnas Indonesia Bersama Suporter Usai Pertandingan
Bahkan seorang Shin Tae-yong pun belum tahu kekuatan Curacao. Akan tetapi pernyataan dia sama sekali tidak mengisyaratkan pesan yang menyepelekan lawan. Sebaliknya Shin tertantang untuk menghadapi lawan yang masih sangat asing kekuatannya itu.
Untuk menghadapi Curacao ini, Shin sudah memanggil 23 pemain yang empat di antaranya debutan, yakni Muhammad Ramadhan dan Yakob Sayuri dari PSM, Muhammad Ferarri dari Persija, Dendy Sulistyawan dari Bhayangkara FC, dan Muhammad Rafli dari Arema FC.
Sisanya adalah pemain-pemain yang sudah sering bolak balik memperkuat timnas, termasuk Nadeo Argawinata, Ricky Kambuaya, Marc Klok, Asnawi, Pratama Arhan, dan Egy Vikri.
Walaupun tidak eksplisit mengungkapkan target, kemenangan adalah hasil utama yang diinginkan Shin dari Curacao.
Pesan lebih jelas disampaikan oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang menginginkan kemenangan dari laga melawan Curacao ini karena hasil maksimal ada hubungannya dengan perbaikan peringkat FIFA mengingat ini adalah laga persahabatan FIFA.
"Mudah-mudahan mereka (timnas Indonesia) melakukan yang terbaik untuk menaikkan ranking FIFA, yang tadinya 179 sekarang sudah 155. Kalau menang nantinya FIFA yang hitung, nantinya akan naik lagi," kata Iriawan.
Dia beranggapan timnas perlu mencari lawan berperingkat jauh di atasnya. "Untuk memberikan pengalaman tambahan kepada kita," kata Iriawan.
Pertandingan untuk mencari pengalaman tambahan itu juga bisa menjadi tontonan yang menarik untuk penggemar sepak bola Indonesia karena walau tim liliput, Curacao adalah tim rasa Eropa mengingat kebanyakan anggota skuad mereka malang melintang dalam kompetisi sepak bola Eropa, demikian Antara.
Berita Terkait
-
3 Alasan Timnas Indonesia Bisa Bungkam Curacao di FIFA Matchday, Kalah Ranking? Tak Masalah!
-
PSSI Beri Kode, Jordi Amat dan Sandy Walsh Tampil di Piala AFF 2022?
-
Coret JIS dan Pilih Pakansari, PSSI Kini Jual Tiket Timnas Indonesia vs Curacao dengan Harga Tinggi
-
Beda dengan Indonesia, PSSI-nya Curacao Dipimpin oleh Eks Pesepak Bola: Usung Target ke Piala Dunia 2026
-
Ranking FIFA Jomplang dengan Curacao, Timnas Indonesia Dihimbau Jangan Kalah Sebelum Tanding
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono