Suara.com - Muhammad Ridho menantikan kesempatan tampil reguler menjaga gawang Bali United sejak bergabung pada awal kompetisi BRI Liga 1 Indonesia musim ini.
Pada beberapa musim sebelumnya bersama Madura United dan Borneo FC, Ridho selalu menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang, namun dalam Liga 1 musim ini dia baru dua kali diturunkan oleh Bali United.
Ridho harus bersaing dengan kiper tim nasional Indonesia Nadeo Argawinata dan kiper muda potensial Raka Surya sehingga membuat waktu bermain pemain asal Pekalongan itu berkurang signifikan dibanding musim sebelumnya.
Meski belum mendapatkan tempat utama, Ridho menegaskan siap berjuang dan akan terus bekerja keras serta bersaing sehat dengan dua kiper lainnya.
"Setiap latihan pasti kami bertiga memberikan yang terbaik. Kami selalu bekerja keras dan mencoba bermain bagus. Pokoknya siapapun yang main akan kami kasih support. Entah itu saya, Nadeo atau Raka," kata Ridho dikutip Antara dari laman Liga Indonesia.
"Yang pastinya tim selalu bekerja keras, ditemani oleh para pemain belakang. Pelatih kiper juga selalu memberikan masukan soal tim lawan, entah itu tentang kelemahan atau kelebihan. Jadi kami bisa waspada," sambungnya.
Pemain bernama lengkap Muhammad Ridho Djazulie itu memainkan 54 pertandingan untuk Borneo FC pada Liga 1 dari 2017 hingga 2018 dengan 15 kali clean sheet.
Setelah membela Pesut Etam, Ridho memilih menyeberang bergabung Madura United dan selama tiga musim pemain berusia 31 tahun itu tampil dalam 38 pertandingan dan 11 clean sheet.
Baca Juga: Bali United Siap Tempur, Stefano Cugurra Targetkan Poin Penuh Saat Jamu Persikabo 1973
Tag
Berita Terkait
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Erick Thohir Ogah Timnas Indonesia Lawan Argentina Lagi, Isyaratkan Lawan Tim Lain
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Pernah 'Ngerjain' Skuad Garuda, Qatar Kena Karma dan Tersingkir Tragis dari Piala Dunia 2026
-
Marselino Ferdinan Ditawari Kontrak Baru dari Oxford United
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey