Suara.com - Mengenal lebih jauh sosok Stephanie Frappart, wasit perempuan yang akan bertugas pada Piala Dunia 2022 mendatang.
Piala Dunia 2022 akan digelar satu bulan lagi. Jelang menyambut ajang ini, FIFA selaku penyelenggara pun melakukan beberapa gebrakan.
Salah satu gebrakannya adalah mengenai wasit yang memimpin pertandingan-pertandingan di Piala Dunia 2022 nanti.
Setidaknya ada 36 wasit yang telah ditunjuk FIFA untuk memimpin laga-laga Piala Dunia 2022. Tak disangka, dari 36 wasit itu tiga di antaranya adalah wanita.
Kehadiran wasit wanita ini merupakan gebrakan baru dari FIFA. Bisa dikatakan, Piala Dunia 2022 pun akan menjadi Piala Dunia pertama yang menggunakan wasit wanita.
Ketiga wasit wanita ini terpilih untuk memimpin laga-laga Piala Dunia karena FIFA hendak mengirim pesan ke Qatar selaku tuan rumah mengenai kesetaraan gender.
Dari ketiga wasit wanita yang dipilih tersebut, salah satunya adalah Stephanie Frappart yang namanya sudah melejit di kancah sepak bola Eropa.
Lantas, siapakah sosok Stephanie Frappart ini? Berikut profil singkatnya.
Wasit Wanita Terbaik Dunia
Baca Juga: Mengenal Al Rihla, Bola Resmi Piala Dunia 2022 yang Diproduksi di Indonesia
Stephanie Frappart merupakan wasit wanita asal Prancis yang lahir di wilayah utara Prancis bernama Le Plessis-Bouchard pada 14 Desember 1983 atau 38 tahun silam.
Tak banyak referensi mengenai awal mula dirinya tertarik menjadi wasit. Namun, Frappart sendiri sudah menjadi wasit di kancah sepak bola Prancis pada 2011 silam saat memimpin laga kasta ketiga atau Championnat National.
Setelah tiga tahun memimpin laga di kasta ketiga Prancis, Frappart kemudian naik kasta pada 2014 ke Ligue 2 atau kasta kedua.
Karenanya, Frappart pun menjadi wanita pertama yang memimpin sepak bola profesional di Ligue 2 atas kasta kedua Prancis.
Kiprahnya itu kemudian membuat Frappart dipercaya FIFA menjadi wasit di ajang Piala Dunia wanita pada 2015 silam di Kanada.
Tak hanya sekali saja Frappart menjadi wasit Piala Dunia wanita. Ia juga terpilih menjadi wasit di laga-laga, termasuk final, pada ajang Piala Dunia wanita 2019 di Prancis.
Berita Terkait
-
Intip Fasilitas Hotel Sederhana yang Jadi Markas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Gennaro Gattuso Targetkan Italia Menangi Dua Laga Play-off Piala Dunia Lawan Irlandia Utara
-
Lolos ke Piala Dunia 2026, Moises Caicedo Minta Ekuador Tidak Cepat Puas
-
Lama Absen, Riccardo Calafiori Bertekad Bawa Italia Kembali Tampil di Piala Dunia
-
1700 Hari Nganggur, Zinedine Zidane Sepakat Latih Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
Gagal di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Bernafsu Bawa Suriname ke Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Haru Mohamed Salah Usai Resmi Tinggalkan Liverpool Akhir Musim
-
Bojan Hodak Sebut Pemain Persib dalam Mood Bagus Setelah Libur
-
Kembali Beralih Setelah Libur, Dokter Tim Persib Beberkan Kondisi Pemain
-
Status WNI Nathan Tjoe-A-On Digugat, KNVB Janji Lakukan Investigasi Serius
-
Jurgen Klopp: Real Madrid Mau Saya? Telepon Dulu, Kita Bicara Baik-baik
-
Masih Banyak Pemain Timnas Indonesia Belum Gabung TC, Respons John Herdman Jadi Sorotan
-
Polemik Kewarganegaraan Dean James dan Nathan Tjoe-A-On Makin Rumit, Bos Eredivisie Buka Suara
-
Boikot Donald Trump dan Piala Dunia 2026 di Belanda Tembus 170 Ribu Tanda Tangan
-
Status Nathan Tjoe-A-On Digugat, Willem II: Kami Tunggu Keputusan Resmi KNVB