Suara.com - Menjelang bergulirnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, media sosial diramaikan dengan nama-nama tokoh yang layak maju dalam bursa calon Ketua Umum PSSI.
Netizen mengajukan beberapa nama tokoh dengan rekam jejak mentereng yang dinilai layak untuk menjabat sebagai Ketua Umum PSSI yang baru.
Mayoritas nama-nama tokoh yang diminati netizen di media sosial ini memang terbilang memiliki kemampuan mumpuni untuk mengelola industri sepak bola di Indonesia.
Namun, ada pula satu tokoh yang belum pernah berkecimpung di dunia kulit bundar tanah air, tetapi sudah membuktikan kiprahnya bersama Federasi Futsal Indonesia (FFI).
Berikut empat nama tokoh yang paling sering dibicarakan netizen untuk maju sebagai calon Ketua Umum PSSI yang baru:
1. Ratu Tisha Destria
Ratu Tisha Destria menjadi nama pertama yang paling sering diajukan warganet untuk maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI.
Pasalnya, rekam jejak Ratu Tisha yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI sudah sering menghasilkan program-program yang apik.
Tak hanya itu saja, lulusan program FIFA Masters ini juga menjadi salah satu kunci keberhasilan PSSI memenangkan Indonesia dalam bidding tuan rumah Piala Dunia U-20.
Baca Juga: Sampaikan soal KLB PSSI ke Jokowi, Menpora Pastikan Pemerintah Tak Ikut Campur
2. Kaesang Pangarep
Direktur PT Persis Solo Saestu, Kaesang Pangarep, juga dinilai layak untuk mencalonkan dirinya sebagai calon Ketua Umum PSSI pada KLB yang akan datang.
Kaesang dinilai publik sebagai sosok pengelola klub sepak bola yang masih muda dan sering menghasilkan gebrakan-gebrakan baru bersama Persis Solo.
Aspek progresif inilah yang sukses mencuri hati warganet. Sebagai anak ketiga Presiden Joko Widodo, dia dinilai layak menduduki kursi PSSI 1 karena juga memiliki kedekatan dengan pemerintah
3. Erick Thohir
Nama tokoh lainnya yang sudah memiliki pengalaman banyak dalam mengelola industri olahraga yang diajukan oleh warganet ialah Erick Thohir.
Berita Terkait
-
Gelombang Pemakzulan Makin Kencang, PSSI: Kami Bersama Gianni Infantino!
-
Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI
-
Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya
-
Harga Mati! Presiden Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2030
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Kuat di Balik Dukungan ke Infantino Komersialkan Piala Dunia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan