Suara.com - Persiapan terus dilakukan oleh Timnas Indonesia U-19 menatap Piala Dunia U-20 2023. Meski terbilang masih lama, tim Merah Putih terus ditempa dilarang leha-leha.
Piala Dunia U-20 2023 dijadwalkan berlangsung Mei tahun depan dimana Indonesia menjadi tuan rumah. Sebelum itu ada Piala Asia U-20 2023 di Uzbekistan.
Seluruh skuad Garuda Nusantara --julukan Timnas Indonesia U-19-- saat ini tengah berada di Turki tanpa kenal lelah melahap menu latihan bersama demi tampil baik di dua ajang bergengsi tersebut.
Dengan waktu yang ada tersebut hingga jelang dua kejuaraan itu, Timnas Indonesia U-19 mencoba memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Sebab, tim Merah Putih diharapkan menelurkan prestasi di kejuaraan tiu.
Maka dari itu, selama masih memiliki waktu, Garuda Nusantara menggunakannya untuk berlatih ekstra keras demi bisa mengharumkan nama bangsa di Piala Asia U-20 dan Piala Dunia U-20 mendatang.
Hal tersebutlah yang ditegaskan oleh Kadek Arel Priyatna, bek muda potensial milik Bali United yang tergabung dalam skuad Timnas Indonesia U-19 sejak 15 Oktober lalu.
"Kami tahu bahwa Piala Asia U-20 dan Piala Dunia U-20 masih cukup lama, tapi kami tetap tidak boleh bersantai," kata Kadek Arel dilansir dari laman klub, Sabtu (12/11/2022).
"Karena, waktu pasti terasa cepat. Jadi, setiap latihan dan uji coba kami selalu mengeluarkan yang terbaik dan 100%," jelasnya.
Tidak hanya berlatih, Arel dan kawan-kawan kerap melakoni pertandingan uji coba selama berada di Turki. Terhitung sudah melakoni enam partai uji coba dengan beberapa tim.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Ditahan Seri Baerum SK, Muhammad Dzaky Geleng-geleng Lihat Wasit
Terbaru, hasil imbang didapat tim Merah Putih atas klub Norwegia, Baerum SK dengan skor 3-3. Laga keenam tersebut digelar di Hane Hotel Football Pitch, Turki hari Jumat (11/11) kemarin.
Sebelumnya, Timnas Indonesia U-19 sudah melawan Cakallikli Spor (2-1), Timnas Moldova U-20 (3-1), dan Antalyaspor (3-2).
Sementara hasil imbang lainnya diraih kala melakoni laga kedua melawan Moldova U-20 (0-0) dan satu kekalahan didapat ketika bersua Timnas Turki U-20 (1-2).
Tag
Berita Terkait
-
Angin Puting Beliung Lepaskan Atap, Begini Kondisi Stadion Pakansari Jelang Laga Timnas Indonesia
-
Persija Jakarta di Bawah Persib! Dominasi Maung Bandung di Timnas Indonesia
-
Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
-
Here We Go! Daftar Resmi Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Bertabur Bintang
-
Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil