Suara.com - Bintang Timnas Argentina, Lionel Messi coba merendah jelang berlangsungnya Piala Dunia 2022. Dia menyebut ada tiga negara yang lebih favorit menjadi juara dibandingkan Tim Tango.
Dilansir dari Sky Sports, Rabu (16/11/2022), Lionel Messi mengatakan bahwa Brasil, Prancis dan Inggris adalah ancaman terbesar di Piala Dunia 2022.
Ketiganya disebut La Pulga lebih favorit kendati dirinya juga menegaskan siap berjuang untuk membawa Timnas Argentina meraih trofi Piala Dunia 2022.
"Setiap kali kami berbicara tentang kandidat, kami selalu berbicara tentang tim yang sama," kata Messi kepada Federasi Amerika Selatan CONMEBOL.
"Jika saya harus menempatkan beberapa di atas yang lain, saya pikir Brasil, Prancis, dan Inggris sedikit di atas yang lain. Tetapi Piala Dunia sangat sulit dan rumit sehingga apa pun bisa terjadi."
Messi yang mencapai final Piala Dunia 2014 tetapi harus puas menjadi runner-up usai dikalahkan Jerman, sekali lagi akan memikul harapan besar untuk membawa Tim Tango menjadi kampiun di ajang akbar ini.
Argentina memiliki modal besar untuk melakukan itu di mana pada 2021 lalu, Lionel Messi dan kawan-kawan berhasil menjuarai Copa America dan hingga kini tidak terkalahkan dalam 25 pertandingan berturut-turut.
Dengan usianya yang sudah menginjak 35 tahun, Piala Dunia 2022 sepertinya akan jadi edisi terakhir bagi Lionel Messi untuk mewujudkan mimpi mengangkat trofi Jules Rimet tersebut.
"Kami sangat bersemangat. Kami memiliki grup yang sangat bagus yang sangat bersemangat, tetapi kami berpikir untuk pergi sedikit demi sedikit," kata Lionel Messi.
Baca Juga: Profil 3 Wasit Wanita di Piala Dunia Qatar 2022, Punya Prestasi Mentereng
"Kami berharap untuk memulai Piala Dunia dengan cara terbaik untuk menghadapi segala sesuatu yang datang setelahnya. Semakin banyak Anda bermain dan semakin banyak waktu yang Anda habiskan di lapangan, semakin Anda mengenal satu sama lain."
Timnas Argentina tergabung di Grup C pada Piala Dunia 2022 bersama Arab Saudi, Polandia dan Meksiko. Di laga pertama, mereka akan melawan tim Timur Tengah pada 22 November mendatang.
Tag
Berita Terkait
-
Deretan Pemain yang Akan Tampil Kelima Kalinya di Piala Dunia, Ada Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi
-
Berharga Selangit, 5 Pemain Ini Urung Mentas di Piala Dunia 2022 bersama Timnas Inggris
-
Relatif Langka, Berikut 5 Negara yang Sukses Cetak 4 Gol atau Lebih di Final Piala Dunia
-
Profil Landry Chauvin, Pelatih Timnas Prancis U-20 yang Bakal Adu Taktik dengan Shin Tae-yong
-
5 Skuad Termahal di Piala Dunia 2022, Ada Tim Juara Bertahan Prancis
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Beli Tiket Konser dan Fun Run Lewat Fitur Lifestyle BRImo, Hemat hingga Rp100 Ribu
-
Love Local 2026, Ajang Merayakan Inovasi Beauty Buatan Indonesia
-
Spider-Man: Brand New Day dan Awal Era Mutan di Marvel Cinematic Universe
-
5 Syarat dan Cara Dapat Subsidi Mobil Listrik dari Pemerintah
-
4 Pelembap Retinol Ampuh Pudarkan Bekas Jerawat dan Muluskan Tekstur Kulit
-
Sean Gelael Bongkar Rahasia Balap Endurance, Soroti Ketahanan Fisik dan Performa Mesin
-
Sopir Avanza Tewas Tabrak Truk yang Lagi Berhenti di Tol Cijago
-
Kecam Pernyataan Londo Ireng, Jurnalis Bali: Prabowo Harus Minta Maaf
-
Ulasan Film Unlocked: Ketika Kehilangan Ponsel Jadi Awal Teror Paling Nyata
-
Fakta Hukum di Balik Terkaitnya Nama Nabila Gardena dalam Kasus Timah