Terakhir, ia juga didenda 100.000 franc Swiss atau sekitar Rp1,6 miliar.
34 Angle Kamera Jadi Bukti Pendukung, Alasan FIFA Tolak Pledoi Suarez
Panel FIFA yang beranggotakan tujuh orang mempelajari insiden tersebut dari 34 sudut kamera. Hasilnya, mereka menolak pembelaan Suarez yang mengklaim bahwa gigitannya adalah akibat dari tabrakan yang tidak disengaja.
Berdasarkan rekaman dari puluhan sudut kamera tersebut, FIFA menyatakan bahwa gigitan tersebut.
"Disengaja, disengaja dan tanpa provokasi... dengan maksud untuk melukai [ Chiellini] atau setidaknya membuatnya tidak stabil," bunyi pernyataan FIFA ketika itu.
Beratnya hukuman adalah karena fakta bahwa itu adalah ketiga kalinya Suarez menggigit pemain lain. Karena fakta tersebut Suarez dianggap tidak pernah menyesali perbuatannya.
Akibat insiden tersebut, Suarez kehilangan kesepakatan dengan salah satu sponsornya, yaitu 888 Poker.
Menanggapi beratnya hukuman terhadap Suarez, Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF) mengajukan banding, meski pada akhirnya kalah.
Pelatih Uruguay ketika itu, Oscar Tabarez juga mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas beratnya hukuman yang dijatuhkan FIFA.
Luis Suarez Tetap Tidak Mengaku Salah, Tapi Minta Maaf Lewat Twitter
Pada 30 Juni 2014, atau enam hari setelah insiden tersebut, Luis Suarez meminta maaf kepada Chiellini melalui Twitter. Namun dalam cuitannya tersebut, Suarez tetap bersikeras jika gigitan tersebut terjadi akibat tubrukan.
Bak gayung bersambut, Chiellini langsung memberikan tanggapan. Dengan jiwa besar bek Italia itu menulis telah melupakan insiden tersebut dan berharap FIFA mengurangi hukuman Suarez.
Usai Piala Dunia 2014, Suarez tidak kembali ke Liga Inggris bersama Liverpool, melainkan pindah ke Barcelona. Transfer Suarez diumumkan pada 11 Juli 2014, yang mengawali kisah indahnya bersama Lionel Messi dan Neymar di Camp Nou.
Berita Terkait
-
Sepatu Pemain Raib, Logistik Timnas Inggris Dibobol Jelang Piala Dunia 2026
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Timnas Italia Ingin Bajak Didier Deschamps, Kylian Mbappe Pasang Badan Halangi