Suara.com - Megabintang Manchester United Cristiano Ronaldo saat ini tengah menjadi sorotan publik dunia, khususnya para penggila Liga Inggris.
Setelah beberapa kali bikin heboh, kali ini Cristiano Ronaldo membuat Manchester United terguncang dengan pengakuannya dalam sebuah wawancara.
Dalam wawancara ekslusifnya bersama Piers Morgan satu hari usai kemenangan Manchester United atas Fulham, Ronaldo mengatakan dirinya merasa dikhianati oleh sang manajer, Erik ten Hag dan beberapa rekannya di Old Trafford.
Pernyataan Ronaldo tersebut tak ayal membuat posisinya di Old Trafford semakin seulit. Bahkan pemain asal Portugal itu terancam bakal putus kontrak.
Bahkan pada Selasa (15/11/2022), kabar terbaru menyebut Manchester United bakal menendang Ronaldo. Keputusan tersebut diambil usai pertemuan antara Erik ten Hag dengan co-chairman Joel Glazer, chief executive Richard Arnold dan direktur sepak bola John Murtough.
Jika melihat perkembangan United saat ini, keputusan tersebut dinilai menjadi solusi yang paling pas untuk United. Meski tidak sedikit yang menganggap pemain berjuluk CR7 itu adalah aset berharga.
Yang pasti, sedikitnya ada tiga alasan yang bisa membuat Manchester United lebih baik melanjutkan kompetisi musim ini tanpa sang megabintang.
Beban Gaji dan Usia
Cristiano Ronaldo saat ini sudah berusia 37 tahun. Ketika ia pulang ke Old Trafford pada 2021 lalu, saat masih berusia 36 tahun, ia memang berhasil menyumbang 24 gol untuk MU di semua kompetisi.
Baca Juga: 3 Klub yang Cocok Jadi Pelabuhan Baru Cristiano Ronaldo
Namun tidak di musim ini. Di bawah komando Erik ten Hag, Ronaldo baru mencetak tiga gol di semua kompetisi. Ia pun kerap menjadi cadangan.
Pada Februari tahun depan usia CR7 akan bertambah, dan menjualnya di bursa transfer musim dingin di awal tahun 2023 bisa menjadi keputusan paling tepat. Paling tidak, United masih bisa mendapatkan pemasukan ketimbang sang pemain pergi dengan status bebas transfer di musim ini.
Dengan dilepasnya Ronaldo beban gaji pemain klub pun akan terpangkas cukup signifikan. Mengingat kapten Timnas Portugal itu menerima gaji 515.385 ribu pound per pekan atau sekitar Rp9,4 miliar.
Merasa Hebat dan Besar Kepala, Erik ten Hag pun Sudah Muak
Ini adalah yang kesekian kalinya Ronaldo mengetes kesabaran Erik ten Hag. Mulai dari pramusim hingga sekarang, sudah sering kali Ronaldo berulah dengan sikap childish atau kekanak-kanakan.
Mulai dari ogah ikut latihan hingga ngambek meninggalkan arena pertandingan ketika tidak dimainkan.
Apa yang terjadi selama ini menggambarkan arogansi sang megabintang. Sangat jelas terlihat jika Ronaldo besar kepala dan Erik ten Hag pun sepertinya sudah muak.
Bagi ten Hag, Ronaldo bukanlah prioritas. Hal itu dibuktikan mantan juru taktik Ajax yang berhasil membawa timnya meraih kemenangan tanpa CR7.
Diusianya yang sudah 37 tahun, bisa dipastikan Ronaldo bukanlah pemain yang pas untuk proyek sepak bola Erik ten Hag di Manchester United. Mengingat ia dikenal lebih senang membangun tim dengan mengandalkan pemain-pemain muda.
Jadi, membuang Ronaldo di awal tahun 2023 adalah opsi yang tidak bisa ditepis.
Pengaruh Negatif ke Pemain Lain
Di awal kepulangannya ke Old Trafford pada 2021, Ronaldo diharapkan bisa membawa aura positif ke pemain lain, khususnya para pemain muda Manchester United.
Namun yang terjadi adalah kebalikan. Harapan petinggi klub seakan menjadi sebuah kenaifan.
Kelakukan Ronaldo, khususnya di musim ini tidak bisa dijadikan sebuah teladan bagi pemain-pemain muda meski CR7 kaya pengalaman, prestasi dan rekor pribadi di semua kompetisi.
Berita Terkait
-
Raih Manajer Terbaik Premier League Januari 2026, Michael Carrick Tersipu Malu
-
Gol Sesko Bikin MU Terhindar dari Kekalahan, Senne Lammens Angkat Topi
-
Lemparan Jauh Brentford Buyarkan Kemenangan, Mikel Arteta Sesalkan Kurangnya Disiplin Arsenal
-
Arsenal Ditahan Imbang Brentford, Jarak Poin dengan Manchester City Semakin Tipis
-
Ucap Inggris Dijajah Imigran, Pemilik Manchester United Terancam Sanksi Berat
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat