Suara.com - Piala Dunia 2022 dalam hitungan hari akan segera dimulai. Sebanyak 32 tim bakal saling adu sikut untuk meraih prestasi terbaik di pesta sepak boal terbesar sejagat ini.
Bermain di Piala Dunia sendiri merupakan impian bagi setiap pemain, baik yang berlabel bintang atau biasa-biasa saja. Di Piala Dunia 2022 sendiri, ada sejumlah pemain dengan nilai pasar yang tak terlalu tinggi.
Sejumlah tim tercatat memiliki skuad 'termurah' di Piala Dunia 2022. Siapa saja negara-negara tersebut? Berikut ulasannya berdasarkan data dari Transfermarkt.
1. Iran
Di posisi kelima skuat dengan harga pasar terendah atau termurah di Piala Dunia 2022 adalah Iran. Total skuat Iran bernilai 59,73 juta euro atau sekitar Rp 96 miliar.
Meski begitu, Iran punya aset berharga yaitu Mehdi Taremi. Pemain yang merumput bersama FC Porto tersebut punya nilai pasar mencapai 20 juta euro atau sekitar Rp 32 miliar.
2. Australia
Australia yang akan memainkan Piala Dunia edisi keenam mereka di Piala Dunia 2022 mendatang, menempati peringkat keempat skuat dengan nilai pasar termurah.
Australia yang memanggil 26 pemain, total cuma punya nilai skuat 38,40 juta euro atau sekitar Rp 61 miliar. Bahkan pemain termahal mereka adalah Matt Ryan dengan 5 juta euro yang kini membela FC Copenhagen.
Baca Juga: Best XI Pemain yang Terpinggirkan, Harus Kubur Mimpi Main di Piala Dunia 2022
3. Arab Saudi
Di level asia, Arab Saudi boleh jadi menjadi salah satu tim yang kuat, tapi di Piala Dunia 2022, mereka menempati urutan ketiga sebagai tim dengan nilai skuat termurah.
Arab Saudi yang diperkuat 26 pemain, cuma punya nilai pasar sebesar 25,40 juta euro atau setara Rp 40 miliar. Pemain termahal mereka adalah Sultan Al-Ghannam dengan market value 2,5 juta euro.
4. Kosta Rika
Kosta Rika yang bikin kejutan dengan menembus perempat final di Piala Dunia 2014, kini menempati peringkat kedua sebagai skuat termurah di Piala Dunia 2022.
Total harga skuat Kosta Rika cuma 18,75 juta euro atau Rp 30 miliar. Pemain termahal mereka pun masih Keylor Navas yang kini merumput di PSG dengan harga pasar 5 juta euro.
Berita Terkait
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa
-
FIFA Terus Didesak Pindahkan Laga Iran di Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Dituding Tak Loyal ke Pemerintah, Sardar Azmoun Dicoret dari Timnas Iran
-
Usul Ditolak FIFA, Timnas Iran Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026 tapi...
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Reuni Rasa Liga Inggris di GBK, Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis Jadi Panggung Panas
-
Calvin Verdonk Diserang Fans Marseille, Suporter Lille Minta Bantuan Warganet Indonesia
-
Eliano Reijnders Bongkar Obrolan dengan John Herdman, Sinyal Keras Sapu Bersih FIFA Series 2026
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
Nasib Dean James Ditentukan Hari Ini? Seluruh Klub Eredivisie Gelar Rapat Darurat
-
Bawa Misi Penting, Ini Alasan Persib Bandung ke Jakarta di Tengah Libur Super League
-
Dibantai di Final, Pep Guardiola Malah Sebut Arsenal Tim Terbaik: Nyindir atau Pujian Tulus?
-
Debut John Herdman di Timnas Indonesia, GBK Diprediksi Membara
-
Empat Pemain Persija Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia, Pelatih Brasil Bereaksi
-
Dean James Batal Gabung Timnas Indonesia usai Status Kewarganegaraan Jadi Polemik?