Suara.com - Belgia meraih tiga poin pada laga pertamanya di Piala Dunia 2022 setelah menang tipis 1-0 atas Kanada. Meski menang, pelatih Belgia Roberto Martinez mengakui bahwa Kanada bermain lebih baik dari skuatnya.
Pada pertandingan di Ahmad bin Ali Stadium, Kamis (24/11/2022) dini hari WIB, Belgia harus bekerja keras mengalahkan Kanada dengan skor tipis 1-0.
Kiper Thibaut Courtois harus menyelamatkan gawangnya dari tendangan penalti Alphonso Davies di menit ke-10. Michy Batshuayi akhirnya mencetak gol kemenangan Belgia pada menit ke-44.
Hasil tersebut membuat Belgia sementara memimpin klasemen Grup F Piala Dunia 2022 dengan tiga poin. Kroasia dan Maroko di posisi dua dan tiga dengan satu poin, sementara Kanada di posisi buncit tanpa poin.
Meski menangh, Roberto Martinez tidak puas dengan permainan skuatnya. Bahkan, pelatih Belgia ini menyebut Kanada bermain lebih baik dari skuatnya di pertandingan ini.
"Ini pertandingan yang sulit. Kanada lebih baik dari kami dalam apa yang ingin kami lakukan. Mereka memiliki kecepatan dan bermain lugas," kata Martinez seperti dikutip dari Sky Sport.
Pelatih Belgia ini mengungkapkan bahwa mereka harus menunjukkan sisi lain dari permainan skuatnya untuk dapat memenangkan pertandingan ini.
"Saya senang karena kami memenangkan pertandingan melalui ketabahan dan pengalaman, dan kualitas kiper kami yang dapat membuat Anda tetap dalam permainan dengan penyelamatan penalti," ujarnya.
"Kemenangan bagi saya lebih penting daripada saat Anda bermain bagus," kata Martinez.
Selanjutnya, Belgia akan melawan Maroko pada 27 November. Martinez pun mengakui masih banyak yang perlu diperbaiki dilakukan oleh skuatnya.
"Anda telah melihat banyak tim top kalah dalam pertandingan dan di turnamen ini Anda berkembang dan tumbuh saat mereka masuk."
"Jika Anda melakukannya dengan memenangkan pertandingan, itu adalah keuntungan yang luar biasa. Kami tidak bermain dengan baik, itu jelas, tapi kami harus lebih baik," pungkas Martinez.
Berita Terkait
-
Bek Arab Saudi Yasser al-Shahrani Operasi Kelenjar Pankreas, Usai Cedera Parah Lawan Argentina di Piala Dunia 2022
-
Spanyol Hancurkan Kosta Rika 7-0, Luis Enrique: Kami Luar Biasa
-
Prediksi Uruguay vs Korea Selatan di Piala Dunia 2022: Preview, Skor hingga Susunan Pemain
-
Prediksi Portugal vs Ghana di Piala Dunia 2022: Ronaldo Buktikan Diri Masih Berguna, Awas Kejutan dari Black Stars
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti