Selama lebih dari enam musim membersamai timnas Brasil, Tite telah mencoba beberapa strategi dan juga taktik. Satu formasi yang menjadi salah satu favorit Tite di beberapa laga terakhir Brasil yaitu formasi 4-2-3-1.
Kemenangan 5-1 atas Tunia pada laga persahabatan di bulan September 2022 lalu menjadi kali terakhir Tite menggunakan formasi tersebut. Sebelum ambisius dengan formasi tersebut, ia cukup maniak dengan Formasi 4-3-3 menyerang.
Wajar, Tite sudah pasti memanfaatkan brasil yang diperkuat oleh banyak pemain sayap kelas dunia dengan formasi tersebut. Tidak hanya itu, ia juga beberapa kali menggunakan formasi 4-4-2 dengan skema double pivot.
Penggunaan formasi tersebut tentu saja pada saat timnya melawan tim-tim dengan kapasitas menyerang yang kuat dan juga cepat.
Selain itu, alasan lain dari adanya hal tersebut yaitu keberadaan gelandang-gelandang bertahan Premier League seperti Casemiro, Fabinho, Fred, dan Bruno Guimaraes. Keberadaan mereka menjadi kelebihan tersendiri bagi timnas Brasil yang dimanfaatkan oleh Tite.
Meskipun hanya finish di babak perempat Final Piala Dunia 2018, timnas Brasil tetap memberikan kepercayaan bagi sang pelatih. Bukan tanpa alasan, di luar kegagalan tersebut, Tite memang tampil sangat baik dengan timnas Brasil.
Selama lebih dari enam tahun, Tite hanya mengalami total lima kekalahan. Selama memainkan sebanyak 76 laga, ia berhasil membawa Brasil meraih 58 kali kemenangan, 13 kali imbang, dan hanya kalah sebanyak lima kali saja.
Uniknya, dari lima kekalahan tersebut, tiga diantaranya yaitu pada saat melawan timnas Argentina. Dua kekalahan Tite sisanya didapatkan pada saat laga persahabatan melawan Peru 2019 lalu, dan melawan Belgia pada Piala Dunia 2019.
Melihat rekam jejaknya tersebut, Tite masih memiliki persentase poin yang tinggi bersama timnas Brasil. Melansir dari berbagai sumber, Tite tercatat mempunyai persentase poin per laga sebesar 2.46 dengan total 170 gol dan hanya kebobolan 30 dari 76 laga.
Baca Juga: Momen Bek Jerman Antonio Rudiger Ejek Pemain Jepang, Langsung Dapat Karma
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Momen Bek Jerman Antonio Rudiger Ejek Pemain Jepang, Langsung Dapat Karma
-
5 Hal Ini Bikin Momen Nonton Piala Dunia Jadi Makin Seru, Dijamin Asyik!
-
Klasemen Grup E dan F Piala Dunia 2022: Spanyol Perkasa di Puncak, Belgia Memimpin Sendirian
-
Turis Ditawarkan Refund Biaya Hotel Piala Dunia 2022 Qatar karena Toilet Bocor Hingga Proses Check In Sulit
-
Innalillahi! Presenter Ini Tinggalkan Siaran Piala Dunia 2022 Saat Dapat Kabar Ibunya Tewas Ditabrak Truk
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemain Kunci Timnas Indonesia U-17, Mathew Baker Ungkap Terinspirasi Jay Idzes dan Justin Hubner
-
Wawancara Pelatih Timnas Amerika Serikat: Beban Berat Mauricio Pochettino di Piala Dunia 2026
-
Eksodus Bintang Anfield: Owen Sebut Liverpool Butuh 'Operasi' Besar usai Ditinggal Mohamed Salah
-
Ruang Ganti Manchester United Makin Solid, Amad Diallo Dukung Carrick Permanen
-
Di Tengah Perang, Amir Ghalenoei Obsesi Bawa Iran Lepas dari Kutukan di Piala Dunia 2026
-
Strategi Adidas Kuasai Piala Dunia 2026: Lionel Messi Adu Akting dengan Timothe Chalamet
-
Profil Timnas Australia: Langganan Turnamen Siap Jadi Pengacau di Piala Dunia 2026
-
Kompany Tegaskan Bayern Munich Tak Kalah Kualitas dari PSG Meski Gagal ke Final
-
Profil Timnas Maroko: Singa Atlas Punya Modal Berharga untuk Piala Dunia 2026
-
Amad Diallo Klaim Skuad Manchester United Ingin Michael Carrick Bertahan