Pelatih Arab Saudi Herve Renard menyebut kemenangan ini karena seluruh semesta merestui Saudi.
"Kami telah menciptakan sejarah sepak bola. Sejarah seperti itu akan bertahan selamanya, ini penting sekali," kata pelatih asal Prancis itu.
Arab Saudi bahkan menciptakan kejutan dari skuad yang seluruhnya bermain di klub-klub lokal Saudi, bukan jebolan liga-liga top Eropa yang mengirimkan 2/3 dari total pemain yang turut dalam Piala Dunia 2022.
Kejutan besar yang dibuat Saudi itu menjadi inspirasi untuk tim-tim kecil lainnya bahwa mereka kini memiliki keyakinan tidak ada yang tidak bisa dikalahkan.
Jepang kemudian membuktikan hal itu dengan mengikuti jejak Arab Saudi menumbangkan juara dunia empat kali Jerman dengan skor sama dengan Saudi mengalahkan Argentina.
Jerman yang dilatih Hansi Flick sepertinya sudah berada di alur kemenangan ketika Ilkay Gundogan membawa mereka unggul dari titik penalti pada menit ke-33.
Namun secara mengejutkan, di bawah tekanan terus menerus Jerman, Samurai Biru malah bisa menyamakan kedudukan dari gol Ritsu Doan pada menit ke-75.
Kejutan berubah menjadi sensasi ketika gol Takuma Asano membuat Jepang balik menghancurkan Jerman 2-1.
"Para pemain kompak berada sebagai satu tim, kami mempersiapkan diri dengan baik dan kami konsisten di sana, dan itulah yang membuat kami menang," kata pelatih Jepang Hajime Moriyasu.
Baca Juga: Pelatih Ghana Nilai Gol Penalti Cristiano Ronaldo Hadiah Spesial dari Wasit
Jadi Inspirasi
Sukses besar Saudi dan Jepang ini menginspirasi tim-tim lain, termasuk Kamerun di mana pelatihnya, Rigobert Song, menyatakan peringkat FIFA bukan jaminan sukses di lapangan.
"Kita sudah melihat kejutan dalam Piala Dunia ini, kami menaruh hormat kepada lawan kami, tetapi di lapanganlah Anda akan membuktikan siapa yang lebih kuat," kata Song.
Sayang, Kamerun sendiri takluk 0-1 kepada Swiss berkat gol pemain yang ironisnya berdarah Kamerun. Breel Embolo.
Tetapi sukses Arab Saudi telah menularkan inspirasi nyata kepada tim-tim sesama Arab seperti Tunisia dan Maroko, serta juga tim Asia lainnya.
Tunisia bisa menahan imbang kuda hitam turnamen ini, Denmark, tanpa gol. Sedangkan Maroko mencatat seri tanpa gol lainnya kala menghadapi runner up Piala Dunia 2018, Kroasia.
Berita Terkait
-
4 Rekor Spesial yang Dibuat Cristiano Ronaldo usai Bantu Portugal Kalahkan Ghana
-
Pemain Timnas Iran Ditangkap di Tengah Piala Dunia 2022 Qatar
-
Hasil Portugal vs Ghana di Piala Dunia 2022: Hujan Gol di Babak Kedua, Ronaldo Cs Menang 3-2
-
Hasil Piala Dunia 2022: Gol Cristiano Ronaldo Dianulir, Portugal vs Ghana Masih 0-0 di Babak Pertama
-
Statistik Miris Trio Penyerang Uruguay saat Hadapi Korea Selatan, Darwin Nunez Jadi Sorotan
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Optimis Lawan Iran, Brian Ick: Kami Tak Ingin Kalah di Rumah Sendiri
-
John Herdman Buka Peluang bagi Pemain Terpinggirkan Kembali ke Timnas Indonesia
-
Shayne Pattynama Berharap Timnas Indonesia juga Bisa Sehebat Tim Futsal
-
John Herdman Nilai Timnas Indonesia Layak 5 Besar Asia Dengan Skuad Saat Ini
-
Erick Thohir Buka Suara Timnas Futsal Indonesia ke Final Piala Asia 2026
-
Mentalitas Juara Iran, Tak Gentar Hadapi Teror Suporter Timnas Futsal Indonesia
-
Jelang Final Piala Asia Futsal 2027, Hector Souto: Iran yang Seharusnya Tertekan
-
Kapten Jepang Menangis di Senayan, Akui Atmosfer Indonesia Arena Bikin Merinding
-
Kutukan Iran Terhadap Pelatih Spanyol, Indonesia Punya Peluang di Final Piala Futsal Asia 2026?