Suara.com - Para pengunjuk rasa di Iran melepaskan kembang api dan berjoget untuk merayakan kemenangan musuh bebuyutan mereka, Amerika Serikat atas negaranya sendiri di Piala Dunia 2022, Rabu (30/11/2022) dini hari WIB.
Dilansir dari AFP via Barrons, warga Iran mengekspresikan kegembiraannya di jalan-jalan kota sebagaimana terlihat dalam rekaman video yang beredar di media sosial.
"Warga Saqez sudah mulai merayakan dan menggunakan kembang api setelah gol pertama Amerika melawan tim sepak bola Iran," kata situs web Iran Wire yang berbasis di London via Twitter.
Mereka turut membagikan video yang menunjukkan kembang api dengan suara sorak-sorai yang samar-samar terdengar kendati AFP menyebut belum bisa memverifikasi kebenaran konten tersebut.
Video lain oleh aktivis Kurdi Kaveh Ghoreishi menunjukkan sebuah lingkungan pada malam hari di kota Sanandaj dengan suara sorak sorai dan klakson meraung setelah Amerika Serikat mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan itu.
Kembang api juga digunakan di Mahabad, kota lain di Kurdistan, menyusul kekalahan Iran, menurut video yang dibagikan secara online.
Kelompok hak asasi manusia Hengaw yang berbasis di Norwegia mengatakan pengendara Iran merayakan kemenangan AS dengan membunyikan klakson mereka di Mahabad.
Dikatakan kembang api juga menerangi langit di Marivan, kota lain di provinsi Kurdistan, lokasi di mana pasukan keamanan sempat melakukan kekerasan terhadap para pemrotes.
"Siapa yang mengira saya akan melompat tiga meter dan merayakan gol Amerika!" cuit jurnalis asal Iran, Saeed Zafarany setelah kekalahan negaranya.
Baca Juga: Marcus Rashford: Selebrasi Gol Kemenangan Inggris untuk Teman yang Meninggal karena Kanker
Podcaster Elahe Khosravi juga men-tweet: "Inilah yang membuat Anda bermain di tengah. Mereka kalah dari rakyat, lawan, dan bahkan pemerintah."
"Mereka kalah. Baik di dalam maupun di luar lapangan," tweet jurnalis yang berbasis di Iran Amir Ebtehaj.
Kekalahan 0-1 dari AS dalam matchday ketiga atau terakhir Grup B Piala Dunia 2022 memastikan kiprah mereka diajang tersebut berakhir. Iran cuma finis ketiga dengan koleksi tiga poin.
Mengutip AFP, alasan warga Iran gembira dengan kekalahan timnya dari AS tak lain karena kekesalan mereka terhadap pemerintah setelah wanita Kurdi berusia 22 tahun Mahsa Amini meninggal usai ditangkap polisi moral pada 16 September lalu.
Mahsa Amini ditangkap pada 13 September karena dianggap melakukan pelanggaran aturan berpakaian wanita Iran sebelum diketahui meninggal dunia tiga hari setelahnya.
Berita Terkait
-
Timnas Iran Diawasi Agen Rahasia di Piala Dunia 2022 karena Menentang Pemerintah, Sudah Ada yang Ditangkap
-
Pemain Timnas Iran Ditangkap di Tengah Piala Dunia 2022 Qatar
-
Pemain Timnas Iran Tak Nyanyikan Lagu Kebangsaan saat Melawan Inggris di Piala Dunia 2022: Melawan Rezim Brutal
-
Ini Alasan Timnas Iran Bungkam dan Tolak Nyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2022
-
Piala Dunia: Timnas Iran Disorot di Tengah Gejolak Protes Antipemerintah
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 5 Mobil Bekas Toyota Pengganti Avanza, Muat Banyak Penumpang dan Tahan Banting
- 27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Januari 2026: Ada Arsenal 110-115 dan Shards
- iQOO 15R Lolos Sertifikasi Resmi, Harga Diprediksi Lebih Terjangkau
Pilihan
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Kapan John Herdman Tiba di Jakarta?
-
Dukung John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Oki Rengga Sindir Patrick Kluivert Tak Punya Ilmu
-
Pelatih Brasil Jawab Rumor Panas Jelang Persib Bandung vs Persija Jakarta: Masih Spekulasi
-
Siapa Asisten Pelatih Lokal Dampingi John Herdman?
-
Zidane hingga Southgate, 7 Kandidat Pengganti Ruben Amorim di Manchester United Versi Media Inggris
-
Dipecat Manchester United, Legenda Liverpool Sebut Ruben Amorim Gak Kompeten
-
Darren Fletcher Mantan Pemain Keempat yang Jadi Pelatih Sementara Manchester United
-
Profil Pemilik Putra Jaya Pasuruan, Klub yang Viral Pemain Tendang Dada Lawan
-
Emil Audero Lebih Menonjol dari David de Gea dalam Laga Cremonese vs Fiorentina
-
Apa Penyebab Pelatih Manchester United Ruben Amorim Dipecat?