Semua tim itu luar biasa dan sekarang kami akan menghadapi tim luar biasa lainnya. Kami akan bersiap dan mencoba memainkan sepakbola berkualitas tinggi melawan mereka.
Apakah ada formula untuk mengalahkan Brasil? Jika ya, terdiri dari apa rumus itu, dari sudut pandang Anda?
Sulit untuk mengatakannya saat ini. Kami punya waktu untuk menganalisis mereka, mengevaluasi kekuatan dan kelemahan mereka.
Yang perlu kita lakukan sekarang adalah fokus pada kita. Kami harus bersatu dan agresif.
Kami adalah tim yang berbakat. Brasil tidak terlalu senang saat tim lawan menguasai bola, jadi kami akan mencoba memaksakan gaya permainan kami.
Kami akan menyerang dan mencoba melewatinya.
Banyak orang bertanya, bagaimana sebuah negara kecil mencapai hasil di Piala Dunia 2022 dengan sebagus ini?
Kami bertarung. Kami berjuang dan kami selalu bersatu.
Apa yang membuat kami terus maju adalah kebanggaan yang kami miliki dalam bermain untuk negara kami.
Baca Juga: Tak Ada Limit Target untuk Maroko di Piala Dunia 2022, Hakim Ziyech: Semifinal, Kenapa Tidak?
Kami tidak sabar untuk berkumpul dan saya pikir itu sudah jelas bagi semua orang, ini telah terjadi selama beberapa tahun sekarang.
Merupakan kehormatan besar bermain untuk Kroasia dan mewakili negara kami sebaik mungkin. Itulah yang kami lakukan di Piala Dunia ini.
Kroasia menyerbu ke lapangan untuk merayakan setelah mendapatkan tempat perempat final dengan kemenangan adu penalti atas Jepang di Qatar.
Apakah juga penting bagi Anda untuk memberikan segalanya di lapangan karena para penggemar?
Tentu saja. Orang-orang datang jauh-jauh ke sini untuk mendukung kami.
Yang terbaik yang bisa kita lakukan sebagai balasannya adalah memberikan yang terbaik dan berjuang untuk mereka juga.
Jika kami berhasil bermain dengan baik dan melaju jauh, itu membuat segalanya menjadi lebih baik.
Saya ingin berterima kasih kepada para penggemar karena selalu mendukung kami. Kami akan mencoba untuk membalas budi ketika kami bermain.
Apakah Anda bermimpi untuk masuk final lagi? Bagaimana untuk mencapainya?
Kami mencoba untuk tidak berpikir terlalu jauh di Rusia. Pendekatan kami saat itu sama dengan sekarang: satu pertandingan dalam satu waktu.
Kami memiliki grup yang sulit. Kemudian kami fokus ke Jepang.
Sekarang kami akan memainkan pertandingan perempat final melawan Brasil. Itulah satu-satunya fokus yang kita miliki sekarang.
Kami harus mengalahkan Brasil, dan apa yang terjadi setelahnya ada di tangan Tuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Prancis vs Spanyol: Superkomputer Opta Jagokan Les Bleus ke Final Piala Dunia 2026
-
Persija Resmi Datangkan Kyohei Yoshino, Gelandang Berpengalaman Jepang Eks Cerezo Osaka
-
Radovan Pankov Beberkan Alasan Gabung Persija: Tantangan Baru demi Gelar Juara
-
Gabung Persija, Aqil Savik Akui Sempat Minta Restu Istri dan Keluarga di Bandung
-
Prediksi Superkomputer Opta: Inggris Bungkam Argentina dalam 90 Menit
-
Resmi Jadi WNI, Striker Didikan Amerika Mitchell Baker Tak Sabar Bela Timnas Indonesia
-
Prancis vs Spanyol: Lini Serang Tersubur Kontra Pertahanan Terbaik di Piala Dunia 2026
-
Isu Malvinas Bikin Semifinal Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina Beraroma Perang
-
Andoni Iraola Tebar Janji untuk Liverpool: Main Menyerangn dengan Intensitas Tinggi
-
Psywar Ala Didier Deschamps: Prancis Bukan Unggulan, Spanyol Kandidat Juara