Sejak itu, Regragui belum pernah menderita kekalahan bersama Maroko hingga mencapai semifinal Piala Dunia 2022.
Padahal, Maroko memasuki grup yang relatif berat di Piala Dunia 2022. Mereka berada di Grup F bersama Kroasia, Belgia, dan Kanada.
Kroasia tiba di Qatar sebagai runner-up Piala Dunia 2018. Belgia merupakan penghuni puncak peringkat FIFA medio 2018 s.d. Maret 2022. Kanada membawa ambisi besar karena untuk pertama kalinya dalam 36 tahun kembali tampil di putaran final Piala Dunia.
Namun, tak satu pun dari tiga negara itu bisa meraih kemenangan atas Maroko. Kroasia hanya memperoleh hasil imbang nirgol, Belgia dibuat tercengang karena kalah 0-2, dan Maroko merusak reuni penting Kanada dengan kemenangan 2-1.
Maroko keluar sebagai juara Grup F dengan raihan tujuh poin, di atas Kroasia (5), Belgia (4), dan Kanada (0), hasil yang menyuntik kepercayaan diri Achraf Hakimi dkk menyongsong babak 16 besar.
Di babak 16 besar, Maroko sukses memberi perlawanan berat bagi Spanyol, tim yang sempat dijagokan karena memberondong gawang Kosta Rika tujuh gol tanpa balas di fase penyisihan grup.
Akan tetapi, Spanyol pun gagal meredam kegemilangan dan momentum besar yang dimiliki Maroko. Dalam adu penalti, tak satu pun dari tiga algojo mereka yakni Pablo Sarabia, Carlos Soler, dan Sergio Busquets mampu mencetak gol, bahkan kiper Yassine Bounou sukses mementahkan eksekusi dari dua nama terakhir.
Setelah menyingkirkan Spanyol, Maroko kembali bertemu dengan tetangga mereka lainnya di Kawasan Mediterania yakni Portugal dalam babak perempat final.
Penampilan di perempat final Piala Dunia 2022 sudah menjadi catatan bersejarah bagi Maroko yang untuk pertama kalinya menjejaki babak itu.
Baca Juga: Deretan Wasit Piala Dunia 2022 yang Dipulangkan dari Qatar, Ada Dua dari Argentina
Namun, lompatan besar dari En-Nesyri membuatnya sukses mendahului jangkauan kiper Diogo Silva demi membelokkan bola umpan silang Yahia Attiyat Allah ke dalam gawang Portugal. Lompatan yang tampak membuat megabintang Cristiano Ronaldo terkesan dari bangku cadangan.
Regragui menolak anggapan bahwa kemenangan atas Portugal maupun langkah Maroko hingga ke semifinal sebagai sebuah keajaiban. Baginya itu semua adalah buah kerja keras para pemain Maroko.
"Hari ini para pemain membuktikan diri mereka, dan seperti saya bilang, ini bukanlah keajaiban. Kroasia, Belgia, Spanyol, dan Portugal, kami tidak kebobolan satu gol pun melawan mereka. Ini bukan keajaiban, ini adalah buah kerja keras," kata Regragui.
Mantan bek yang pernah 45 kali membela Maroko itu juga meyakini bahwa dengan kemenangan atas Portugal timnya kini jadi favorit nyaris semua orang yang berada di Qatar. Ia bahkan mengibaratkan Maroko sebagai Rocky Balboa-nya Piala Dunia 2022, merujuk pada tokoh yang diperankan Silvester Stallone sebagai protagonis sekuel film "Rocky".
"Anda tahu bukan, ketika Anda menonton Rocky Balboa, Anda ingin mendukungnya karena ia bekerja keras. Dan kami adalah Rocky Balboa dari Piala Dunia ini," tegas Regragui.
Selama kariernya di dalam lapangan, Regragui tak pernah mempersembahkan trofi apa pun untuk Maroko. Yang terjauh ia hanya memperoleh medali runner-up Piala Afrika 2004. Kini 18 tahun kemudian, Regragui berpeluang untuk meraih sesuatu yang jauh lebih gemilang.
Berita Terkait
-
Prediksi Tim yang Lolos ke Final Piala Dunia 2022, Argentina vs Maroko?
-
Duel Prancis vs Maroko di Semifinal Piala Dunia 2022, Gurauan Sahabat Karib yang Menjadi Kenyataan
-
3 Alasan Maroko Bisa Kejutkan Prancis di Semifinal Piala Dunia 2022
-
5 Kunci Sukses Maroko ke Semifinal Piala Dunia 2022, Doa Ibu Nomor Satu
-
Alasan Kiper Maroko Minta Dicubit Jelang Lawan Prancis di Semifinal Piala Dunia 2022, Jawabannya Inspiratif
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Profil Timnas Jepang: Samurai Biru Siap Bikin Geger di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Yordania: Kuda Hitam dari Timur Tengah
-
Mario Kempes, Mesin Gol Timnas Argentina yang Pernah Mengguncang Liga Indonesia
-
Persaingan Makin Panas, Ini Nominasi Penghargaan Individu Pegadaian Championship 2025/2026
-
The Jakmania Suntik Motivasi Skuad Persija Jakarta Jelang Hadapi Persib Bandung
-
Terseret Kasus, Bournemouth Bekukan Alex Jimenez dari Skuad Hadapi Fulham
-
Marc Klok Klarifikasi soal Ajakan Away, Tegaskan Hanya Bercanda
-
Welber Jardim Segera Gabung Timnas Indonesia U-19 untuk Piala AFF U-19 2026
-
Timnas Futsal Indonesia Melonjak ke Ranking 14 Dunia FIFA
-
Lamine Yamal Berhasil Samai Johan Cruyff