Suara.com - Nottingham Forest mendatangkan kapten Timnas Ghana, Andre Ayew dengan status free transfer alias gratis , dalam ikatan kontrak sampai akhir musim 2022/2023 ini.
"Rasanya menyenangkan untuk dapat direkrut Nottingham Forest. Saya tahu betapa besarnya klub ini, dan saya tahu betapa berartinya klub ini bagi kota dan para penggemar. Selalu menjadi pertandingan yang sulit kapan pun saya bermain melawan The Forrest, dan saya menyukai stadionnya," kata Ayew seperti dilansir laman resmi Forest, Jumat (3/2/2023).
"Saya tahu apa yang dapat saya berikan kepada tim, saya siap memberikan segalanya, dan untuk memastikan kami bertahan di Liga Inggris," katanya pula.
Pelatih Forest Steve Cooper bukan sosok yang asing dengan Ayew. Ia pernah bekerja bersama sang pemain saat keduanya masih tergabung di klub Wales, Swansea City.
Kehadiran Ayew juga akan dapat membantu melapisi lini depan Forest yang diganggu masalah cedera terhadap Taiwo Awoniyi, Morgan Gibbs-White, dan Jesse Lingard.
"Steve Cooper merupakan seseorang yang mengenal saya dengan sangat baik, dan tahu bagaimana bekerja bersama saya di dalam maupun di luar lapangan," ujar Ayew mengenai sang pelatih.
Ayew menjadi rekrutan ke-29 Forest sejak mereka kembali ke divisi teratas. Sang pemain sebelumnya sempat menolak tawaran Everton sebelum bursa transfer Januari ditutup, meski sebelum direkrut Forest ia berstatus tanpa klub setelah meninggalkan klub Qatar Al Sadd.
Pemain yang saat ini berusia 33 tahun itu memulai karier profesionalnya bersama Marseille, sebelum kemudian berkelana ke Lorient, Arles-Avignon, Swansea, West Ham United, Fenerbahce, dan Al Sadd.
Ayew tercatat telah 113 kali membela timnas Ghana, dan tampil pada tiga Piala Dunia terakhir.
Baca Juga: 3 Alasan Mason Greenwood Bisa Kembali Bela Manchester United di Liga Inggris
Forest saat ini menghuni posisi ke-13 di klasemen sementara Liga Inggris, dengan koleksi 21 poin. Mereka akan menjamu Leeds United di pertandingan Liga Inggris pada Minggu (5/2).
[Antara]
Berita Terkait
-
Statistik Mengagumkan Bikin AS Monaco Yakin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
-
Susul Messi ke Amerika, Robert Lewandowski Resmi Gabung Chicago Fire, Kontrak Hingga 2028
-
Manchester United Siapkan Rp2 Triliun Kejar Tanda Tangan Gelandang Dortmund
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
Meksiko Hentikan Ekuador, Raih Kemenangan Babak Gugur Piala Dunia Pertama dalam 40 Tahun
-
Rekap Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026 Per 1 Juli: Prancis, Brasil, dan Norwegia ke 16 Besar
-
Rekor Gila Erling Haaland di Piala Dunia 2026: Tembus 60 Gol Internasional Tercepat dalam Sejarah!
-
Kata-kata Pelatih Ekuador Timnya Gugur dari Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Didier Deschamps ke Kylian Mbappe Bawa Prancis Mulus Hampir ke Final Piala Dunia 2026
-
Mohamed Salah Cedera, Lini Pertahanan Australia Ogah Lengah di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Ditolak Restoran hingga Kena Ancaman Pembunuhan usai Korsel Tersingkir di Piala Dunia
-
Hasil Piala Dunia 2026, Meksiko Lolos Babak 16 Besar Usai Bungkam Ekuador 2-0
-
Kylian Mbappe Tempel Lionel Messi! Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 Makin Panas
-
Thomas Tuchel Waspadai Perlawanan RD Kongo di Tengah Krisis Lini Belakang