Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 17 Februari 2023 | 23:14 WIB
Ilustrasi Ketum PSSI Erick Thohir. [Suara.com]

"Kemenangan itu adalah saat tim nasional kita menjadi juara di sebuah kompetisi," ujar Erick Thohir.

Kegaduhan Pemilihan Wakil Ketua Umum PSSI

Pemilihan wakil ketua umum tidak semulus pemilihan ketua umum. Drama penghitungan suara yang melibatkan tiga kandidat- Zainudin Amali, Yunus Nusi, dan Ratu Tisha- terjadi, hingga voting diulang sebanyak dua kali.

Dalam pemilihan pertama, Zainudin Amali memperoleh 66 suara disusul Yunus Nusi dengan 63 suara. Sementara Ratu Tisha, mantan Sekjen PSSI di era Edy Rahmayadi, di peringkat tiga dengan perolehan 41 suara.

Hasil tersebut ternyata membuat suasana dalam ruangan kongres menjadi panas. Menurut Togar Manahan Simanjuntak, perwakilan Persiba Balikpapan, ada protes dari voters yang merasa tidak puas.

Togar mengatakan banyak suara hilang yang tak diumumkan Komite Pemilihan (KP). Tidak mau sampai ruwet Mochamad Iriawan, eks ketua umum, meminta dilakukan voting ulang.

"Ada banyak suara yang hilang. Sementara banyak yang nulis nama Tisha hilang. Ada yang nulis nama Syauqi hilang. Ada yang nulis nama Riyadh hilang," kata Togar.

Dalam voting yang kedua Ratu Tisha memperoleh 54 suara, Yunus Nusi 53 suara dan Zainudin Amali mendapat 44 suara. Amali yang sebelumnya mendapat suara terbanyak pun dinyatakan tidak lolos.

Isu liar terjadinya kecurangan dalam proses pemilihan pun merebak, namun hal itu dibantah Ketua KP Amir Burhanuddin.

Baca Juga: Waketum PSSI Zainudin Amali: Yunus Nusi Masih Jabat Sekjen

"Kongres mengehendaki pemilihan ulang, biasa. Dalam proses pemilihan terjadi dispute antara kertas suara sama perolehan suara itu biasa," ungkap Amir Burhanuddin selepas KLB.

Sekjen PSSI Yunus Nusi di sela acara owner meeting Liga 1 2022/2023 di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (4/11/2022). (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

Serangan Fajar Sang Sekjen dan Drama di KLB PSSI

Pada akhir Desember 2022, pernyataan mengejutkan tentang Yunus Nusi, yang ketika itu menjabat sebagai Sekjen PSSI, datang dari pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Welly.

Bung Towel, sapaan akrabnya, menyebut telah ada rencana 'kudeta' oleh pengurus PSSI terhadap Mochamad Iriawan selaku Ketum PSSI.

Lewat kanal YouTube GOCEKBUNGTOWEL, disebutkan ada upaya untuk menyingkirkan Iriawan.

"Saya mau sharing info A1 kepada teman-teman Gocek Bung Towel. Jadi pada saat Indonesia memulai kampanyenya di Piala AFF 23 Desember lalu, lawan Kamboja, di tengah perjuangan awal Timnas Indonesia ternyata ada pengkhianatan. Ada manuver busuk yang dilakukan oleh Sekjen PSSI dan salah satu Exco PSSI," beber Bung Towel.

"Di hari yang sama di FX Senayan, Sekjen PSSI bersama salah satu Exco mengumpulkan para voters tanpa diketahui ketua umumnya,” kata dia.

"Kebusukan-kebusukan inilah yang mau saya ceritakan, agar publik tahu betapa perilaku elite sepak bola kita masih seperti itu. Apalagi akan ada KLB di awal tahun atau Kongres Biasa," jelasnya.

"Kalau Sekjen pasti sudah tahu kalau Exco saya sebut saja inisial JR. Mereka mengumpulkan voters dari kalangan Asprov, yang khususnya Asprov dari Sumatra. Tentu arahnya menggiring mereka ke Kongres Biasa dan KLB."

"Motifnya tentu kalau bisa mengumpulkan suara. Itu yang akan ditawarkan kepada pihak lain peminat jadi ketua umum PSSI. Itulah manuvernya, itulah kasak-kusuknya, itulah kebusukannya karena di situ mengarahkan calon ketua umum kepada yang lain."

"Manuver busuk mementingkan diri sendiri, dengan tujuan mengincar Wakil Ketua Umum PSSI di periode yang akan datang. Seperti itulah atmosfer sepak bola Indonesia," terang Bung Towel.

Sekira satu setengah bulan bung Towel menyampaikan informasi tersebut, Yunus Nusi pun terpilih sebagai Waketum 2 PSSI dalam voting penuh drama.

Akan tetapi, drama tidak berakhir di situ. Belum satu jam menjadi wakil ketua umum, Yunus Nusi memutuskan mundur dengan alasan demi kebaikan sepak bola Tanah Air.

"Tentu saya harus mengukur diri bahwa saya, Yunus Nusi, tidak merasa lebih baik dari Pak Zainudin Amali," kata Yunus Nusi.

Keputusan Yunus membuat Zainudin Amali naik menjadi wakil ketua umum 2. Menariknya, posisi Amali berubah menjadi wakil ketua umum 1 meski suaranya kalah dari Ratu Tisha.

"Terkait Zainudin Amali menjadi wakil ketua umum 1, itu karena alasan lebih lama pengalaman di sepak bola," urai keterangan Bandung Saputra, tim media PSSI di Grup WhatsApp.

Yunus Nusi yang merupakan mantan ketua Asprov PSSI Kalimantan Timur ini pun ikhlas tanpa tekanan melepas jabatannya sebagai waketum PSSI.

"Saya sangat ikhlas, itu untuk kepentingan sepak bola Indonesia," terang Yunus Nusi.

Erick Thohir Jadi Ketum PSSI (Instagram/@erickthohir)

Yunus Nusi Mundur karena Tekanan, Benarkah?

Keputusan Yunus sontak mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, sebelumnya ia dirumorkan menginginkan jabatan Waketum PSSI.

Ada pihak yang menduga Yunus mundur sebagai waketum, posisi yang dimenanginya lewat voting, karena ada tekanan. Namun hal itu belum mendapat tanggapan dari yang bersangkutan.

Selepas KLB, Yunus hanya menegaskan jika voting berjalan fair. Soal kemungkinan dirinya akan ditunjuk kembali menjadi Sekjen PSSI, ia belum bisa memberikan jawaban.

"Tentang itu saya serahkan kepada KP [komite pemilihan]. Saya sebagai kandidat yang ikut bersama-sama bergabung di posisi tersebut, dan saya melihat kongres berjalan dengan baik," kata Yunus selepas kongres di Hotel Shangri La.

"Kongres demi kongres di organisasi besar seperti ini, saya merasa semua berjalan dengan fair. Terpilih Pak Ketum ET [Erick Thohir], Pak Zainudin dan Bu Ratu Tisha sebagai waketum. Tentang apa yang akan lakukan di kemudian hari, saya belum bisa menjawabnya," ucap Yunus.

"Segala sesuatu saya serahkan ke Ketum dan sekali lagi saya yakin ketum, waketum, dan exco akan mencari bibit-bibit terbaik untuk mengisi jabatan yang ada di PSSI," tutupnya.

Gerak Cepat Erick Thohir Benahi PSSI dan Harapan Baru Sepak Bola Indonesia

Terpilih sebagai Ketum PSSI, Erick Thohir akan bergerak cepat untuk menjalankan programnya. Salah satu dan yang paling diutamakan adalah Timnas Indonesia U-20 yang akan tampil di Piala Dunia U-20 2023.

Erick berencana berbicara dengan pelatih Shin Tae-yong menanyakan apa yang dibutuhkan untuk membantu menaikan kemampuan Timnas Indonesia U-20. Menurutnya, Indonesia akan menjadi perhatian karena statusnya sebagai tuan rumah.

"Ini event terbesar kedua daripada FIFA, dan tidak mungkin Indonesia setahun sekali dapet kejuaraan Piala Dunia U-20. Martabat bangsa kita tidak hanya di penyelenggaraan. Ini (prestasi) kita pertaruhkan," kata Erick.

"Tentu untuk tim nasional saya akan segera bebicara pada pelatih dan pemain, apa yang bisa saya suport untuk mereka alan berikan yang terbaik. Tidak mudah, tapi coba kami berikan yang terbaik," ucapnya.

Setelah Timnas Indonesia U-20, Erick akan fokus ke Liga 2, Liga 3 dan kompetisi usia dini yang tidak berjalan.

"Kalau bicara masalah pembenahan, Liga 2, timnas, kan saya sudah bilang, dua Minggu lagi kita akan adakan sarasehan sepakbola," pungkasnya.

Load More