Pada saat yang sama, Khelaifi mengakui tim juara Liga Prancis itu telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah investor tentang potensi penjualan 15 persen sahamnya.
"Qatar mampu bertahan dengan dua klub tersebut. Itu bukan berarti bahwa dia telah selesai dengan PSG. Ini terutama demonstrasi kekuatan Qatar yang mampu menunjukkan minatnya kepada klub seperti Manchester United," kata Raphael Le Magoariec, seorang pakar negara-negara Teluk dan olahraga dari Universitas Tours di Prancis kepada AFP.
"Tidak mungkin mereka akan menarik diri dari Paris karena itu akan dianggap sebagai kegagalan."
Namun perselisihan dengan dewan kota Paris atas upaya PSG untuk membeli stadion Parc des Princes dari otoritas setempat telah meninggalkan kesan buruk bagi para pemilik klub itu.
Qatar, menurut Le Magoariec, "telah berinvestasi sangat banyak dan berpikir bahwa kemurahan hati mereka tidak dihargai."
Meski demikian, hubungan Prancis dengan Qatar, yang memiliki saham di berbagai korporasi multinasional Prancis, membuat negara tersebut tidak mungkin mengalihkan modalnya dari klub seperti PSG.
"Paris adalah platform yang memberi Qatar panggung di dunia," kata Le Magoariec.
Namun ada kemungkinan kecil perubahan dalam strategi di PSG, mengingat klub itu diawasi ketat oleh UEFA untuk memastikan mereka sejalan dengan aturan Financial Fair Play (FFP) dari badan sepak bola Eropa tersebut.
Klub itu mengalami kerugian besar senilai 370 juta euro pada musim lalu dan memiliki tagihan gaji pemain yang besar, khususnya untuk membayar upah Mbappe, Lionel Messi dan Neymar.
Baca Juga: Momen Tendangan Bebas Cantik Lionel Messi, Bawa PSG Menang Dramatis Lawan Lille
"Mungkin investasinya berkurang. Mereka telah mengencangkan ikat pinggang karena aturan FFP," kata Guegan.
"Tapi mereka akan membuka diri untuk investor-investor asing, dan tergantung dari identitas para investor tersebut kita akan melihat apakah klub itu terus menjadi aset dalam strategi visibilitas Qatar atau apakah mereka beralih ke tahap yang berbeda."
[Antara]
Berita Terkait
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Arsenal Bisa Kalahkan PSG di Final Liga Champions Asal Pakai Taktik Ini
-
Duel Senior vs Junior: Luis Enrique Kirim Pesan Khusus ke Mikel Arteta Jelang Final Liga Champions
-
Ruang Ganti Manchester United Makin Solid, Amad Diallo Dukung Carrick Permanen
-
Kompany Tegaskan Bayern Munich Tak Kalah Kualitas dari PSG Meski Gagal ke Final
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
Real Madrid Memanas! Federico Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku-hantam dengan Tchouameni
-
Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool
-
Persis Solo vs Persebaya di Stadion Manahan, Polisi Siaga Penuh
-
Cedera Tak Kunjung Sembuh, Bek Borussia Dortmund Pilih Langkah Mengejutkan
-
Laga Hidup Mati Kontra Adhyaksa FC, Rahmad Darwan 'Bakar' Semangat Pemain Persipura
-
Sambut Piala Dunia 2026, Lay's Buat Euforia Nobar Makin Meriah
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia