Suara.com - Rafly Selang menjadi salah satu pemain Garuda Select 5 yang penampilannya menonjol dan kerap mendapat sorotan dari publik sepak bola Tanah Air.
Adapun, Garuda Select 5 telah merampungkan perjalanan mereka menimba ilmu di Inggris. Mereka pun sempat menjalani serangkaian uji coba di Italia.
Tercatat selama kurang lebih lima bulan menjalani program, Garuda Select 5 mencatatkan rapor 13 kemenangan, 2 kali seri, dan 4 kali kalah.
Catatan lainnya, Garuda Select 5 mampu mencetak 32 gol dan kebobolan 22 kali. Nah, Rafly Selang jadi salah satu pemain yang menonjol.
Rafly Selang tercatat menorehkan 5 assist, yang diikuti Lotra Widianto dengan catatan 4 assist. Lantas, siapa sebetulnya Rafly Selang ini?
Profil Rafly Selang
Sosok dengan nama lengkap M. Rafly Ikram Selang ini merupakan pesepakbola muda kelahiran Ternate, Maluku Utara, pada 8 April 2005.
Saat ini Rafly berusia 17 tahun dengan tinggi badan 165 cm. Usianya terbilang cukup senior dibanding anggota Garuda Select Season 5 lainnya yang rata-rata lahir di tahun 2006.
Bukan tanpa sebab, pasalnya Rafly merupakan alumni Garuda Select musim keempat. Sehingga tahun ini menjadi kesempatan kedua Rafly bermain untuk Garuda Select.
Pada musim keempat, Rafly lolos ke Garuda Select setelah tampil apik buat T. Eleven di Piala Jakarta U-15. Rafly juga pernah berseragam Timnas Indonesia U-16 yang dilatih oleh Bima Sakti pada 2020.
Rafly masuk ke dalam skuad Timnas Indonesia U-16 yang berangkat ke Dubai untuk melakukan uji coba dalam rangkaian persiapan ke Piala Asia U-17.
Adapun, alasan Rafly Selang kembali bisa mengikuti program Garuda Select musim kelima karena ia menuai banyak pujian saat musim keempat.
Ia dinilai punya kelebihan sebagai seorang pemain tengah. Meski Rafly tertinggal soal kontribusi gol, kemampuannya tetap membuat jajaran pelatih Garuda Select mau memberinya kesempatan lagi.
Kesempatan itu dibayar tuntas oleh Rafly Selang karena mampu membuktikan diri sebagai playmaker terbaik di Garuda Select 5.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey