Suara.com - Nama Hamdan Hamedan jadi sorotan belakangan ini. Hal itu setelah mantan utusan PSSI itu kena sentil anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga.
Sentilan yang dilakukan Arya Sinulingga kepada Hamdan Hamedan ini mencuat di media sosial.
Dalam sebuah unggahan di akun Instagramnya, dia membalas komentar seorang netizen yang mempertanyakan soal proses naturalisasi Justin Hubner.
"Pak @hamdan.hamedan coba si @justinhubner5 di tanya lagi baik2 dan tolong pak @erickthohir dan pihak @pssi beri dia kesempatan kedua dan pak @arya.m.sinulingga tolong bantu," tulis salah seorang netizen.
Arya Sinulingga pun sempat membalas komentar tersebut dengan kalimat yang membuat netizen bertanya-tanya. Sebab, dia turut menyinggung Hamdan Hamedan agar tak mengganggu PSSI.
"Tolong mas @hamdan.hamedan, jangan ganggu-ganggu proses di PSSI. Karena banyak yang harus diberesin sepeninggalan anda," balas Arya.
Lantas, siapa sebetulnya Hamdan Hamedan ini?
Profil Hamdan Hamedan
Sejak era Zainudin Amali menjadi Menpora, hanya pemain keturunan yang akan dinaturalisasi dan atas rekomendasi PSSI. Di era Dito Ariotedjo, kebijakan ini terus dilanjutkan.
Baca Juga: Timnas Indonesia akan TC di Luar Negeri Jelang Piala Asia 2023
Dito Ariotedjo mempekerjakan staf khusus dengan tugas mengurusi pemain-pemain keturunan. Dia adalah Hamdan Hamedan.
Sebagai mantan Direktur Eksekutif Diaspora Indonesia, Tugas utama Hamdan Hamedan sama dengan saat di PSSI. Bedanya, bukan hanya sepakbola yang ditangani, melainkan seluruh cabang olahraga.
Kini Menpora Dito Ariotedjo menunjuk Hamdan Hamedan sebagai Tenaga Ahli Menteri (TAM) untuk urusan Diaspora dan Kepemudaan.
Harapannya, jutaan Diaspora Indonesia di luar negeri bisa dipetakan secara maksimal dan potensinya bisa bermanfaat untuk olahraga serta kepemudaan Indonesia.
Hamedan merupakan lulusan Universitas Indonesia dan Middlebury Institute of International Studies, Monterey.
Hamedan sendiri bukan berasal dari orang sepak bola sejak awal, dia merupakan CEO KESAN, sebuah konten edukasi Islam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
-
AS Serang Iran, Harga Minyak Melambung Tinggi
-
0882 Nomor Kartu Apa? Cek Provider dan Daftar Kode Prefix Resmi
-
Kebiasaan Unik Orang Indonesia: Beli Asuransi Perjalanan Mendadak Tanpa Persiapan
-
2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026