Suara.com - Younes Ibrahim yang merupakan jebolan program Garuda Select, resmi bergabung dengan tim Liga Inggris, Brighton & Hove Albion.
Kabar ini didapat dari unggahan Garuda Select di media sosial Instagram, di mana Younes Ibrahim mendapat kontrak dari tim berjuluk The Seagulls itu.
Kontrak tersebut bukan kontrak profesional, melainkan kontrak akademi yang didapatkan pemain berkebangsaan Australia ini usai melakoni trial bersama Brighton.
Kontrak ini merupakan kontrak beasiswa hingga usia Younes Ibrahim berusia 18 tahun. Di masa mendatang, ia berpotensi mendapat kontrak profesional dari Brighton.
Lantas, seperti apa sebetulnya sepak terjang dari Younes Ibrahim? Berikut ulasan profilnya!
Profil Younes Ibrahim
Pemain berusia 14 tahun ini pun bukan pemain sembarangan. Diketahui, ia dulunya adalah pemain akademi Chelsea sebelum bergabung Garuda Select.
Adapun, Ibrahim bergabung dengan Garuda Select Season 5 yang dimulai pada Desember 2022 lalu. Sebagai gelandang, Younes Ibrahim punya kemampuan mumpuni.
Younes Ibrahim sendiri berasal Australia yang baru berusia 14 tahun. Meski lahir di negeri Kanguru, ia besar dan tumbuh di Inggris.
Baca Juga: Erick Thohir Turun Tangan Jika ada Klub Langgar Komitmen Tak Lepas Pemain ke Timnas Indonesia
Younes Ibrahim pindah ke Inggris pada 2017 lalu, atau saat usianya baru 9 tahun. Saat pertama tiba di tanah Raja Charles itu, ia pun langsung bergabung akademi Luton.
Bakatnya di akademi Luton membuat tim sekelas Chelsea merekrutnya dan memberikan pelatihan kepadanya di level akademi.
Usai menimba ilmu di akademi Chelsea, Younes Ibrahim pun kemudian bergabung Garuda Select untuk meningkatkan kualitasnya.
Kebetulan, Garuda Select sendiri dikomandoi oleh salah satu legenda Chelsea, Dennis Wise, yang juga berstatus Presiden dari tim kasta kedua Italia, Como FC.
Waktu yang dihabiskan Younes Ibrahim bersama Garuda Select nyatanya mampu memberinya kesempatan lebih bagus usai direkrut oleh akademi Brighton & Hove Albion.
(Penulis: Aditia Rizki)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T