Suara.com - Performa impresif yang ditunjukkan oleh penyerang asing RANS Nusantara FC asal Portugal, Tavinho, membuat nilai pasarnya ikut melonjak.
Menurut data Transfermarkt, pemain berusia 29 tahun tersebut kini punya nilai pasar mencapai 200 ribu euro atau setara dengan Rp 3,48 miliar.
Angka ini melonjak tajam setelah pada Maret lalu, nilai pasar Tavinho jeblok. Ketika itu data di Transfermarkt menyebut Tavinho tidak punya nilai pasar alias 0.
Tidak diketahui jelas alasan Tavinho tidak memiliki nilai pasar saat itu, namun besar kemungkinan hal tersebut terjadi lantaran ia tak memiliki klub.
Adapun, sosok dengan nama lengkap Octavio Alexandre Leal de Barros tersebut didatangkan dari klub divisi ketiga Portugal, Alverca, dengan status bebas transfer.
Kini setelah bermain di Liga 1 bersama RANS Nusantara FC, Tavinho yang tampil impresif ikut menaikkan nilai pasarnya sangat drastis.
Dari delapan pertandingan yang sudah dilakoni Tavinho di Liga 1 musim ini, pemain dengan tinggi badan 181 cm itu sudah mencetak tiga gol.
Atas performa apik Tavinho itu pula, RANS Nusantara untuk sementara menempati peringkat keempat klasemen dengan koleksi 16 poin.
Namun ketajaman dan performa Tavinho akan mendapat ujian besar di pekan ke-10 nanti. Pasalnya, RANS Nusantara FC dijadwalkan bertandang ke markas Persib Bandung, Sabtu (26/8/2023).
Baca Juga: Bangkitnya RANS Nusantara FC: Juru Kunci Musim Lalu, Kini Jadi Pesaing Juara BRI Liga 1
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi