Suara.com - Pemain Chinese Taipei, Zheng Zhongliang berharap bisa menjalankan tugas dengan baik dari pelatih di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024. Ia pun berhasrat mencetak gol.
Chinese Taipei menjadi salah saru rival timnas Indonesia U-23 di Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2024. Selain itu, ada pula Turkmenistan yang mengancam.
Kurang dari seminggu turnamen dimulai. tim berjuluk The Bliue Wings menggelar latihan di Malaysia. Kemudian baru tim asuhan Zeng Tailin akan terbang ke Indonesia.
Dalam skuad untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Zeng Tailin memanggil salah satu pemain yang menimba iilmu di Jepang, yakni Zheng Zhongliang.
Dikabarkan bahwa Zheng Zhongliang merupakan anggota klub sepak bola Universitas Komazawa, Jepang. Pengalamannya di sana membuat sang pelatih memanggilnya ke Chinese Taipei.
Meski dari luar negeri Zheng Zhongliang mengakui bahwa dirinya tidak mengalami kesulitan dalam adaptasi. Pasalnya metode bermain antara Komazawa dan Chinese Taipei sangat mirip.
Pasalnya kedua tim ini banyak bermain menekan lawan. Disebutkan bahwa pemain penyerang merupakan titik awal pertahanan.
"Pelatih berharap tim bisa menggunakan permainan menekan aktif. Setelah kehilangan bola, penyerang akan menjadi titik awal pertahanan. Bagian ini mirip dengan Komazawa," ucap Zheng Zhongliang dikutip dari Gogoal, Jumat (1/9/2023).
Pemain yang menimba ilmu di Jepang ini lantas menegaskan ingin mencetak gol bagi tim. Namun yang terpenting ia tetap fokus menjalankan instruksi pelatih karena lawan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 dianggap kuat.
Baca Juga: Irfan Jauhari Menepi 9 Bulan Pasca Bela Timnas Indonesia di Piala AFF U-23 2023
"Lawan kali ini sangat kuat. Sebagai titik pertama pertahanan tim (penyerang), Saya berharap bisa menjalankan tugas bertahan yang diberikan pelatih dan menjalankan pressing yang efektif," ujar Zheng Zhongliang.
"Baru setelah itu berusaha menciptakan peluang untuk mencetak gol bagi tim," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tebar Ancaman Jelang Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23, Pelatih Chinese Taipei: Punya Peluang Menang
-
Pelatih Chinese Taipei Curhat 2 Kesulitannya Jelang Lawan Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024
-
Bakal Lawan Timnas Indonesia U-23, Kapten Chinese Taipei Lakukan Persiapan Berbeda
-
Sudah Pelajari Permainan Timnas Indonesia U-23, Pelatih Chinese Taipei Ungkap Taktik yang Bakal Dipakai
-
Demi Kalahkan Timnas Indonesia U-23, Chinese Taipei Berguru ke Malaysia Jelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2024
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Guru Besar UGM Sebut HUT RI Mewah Tapi Keropos: Kemerdekaan Versi Negara Cuma Pesta Pora
-
Dari Posko ke Posko, PNM Terus Bergerak Dampingi Warga Terdampak Gempa NTT
-
Kembang Goeyang Sarinah Resmi Dibuka, Jajanan Pasar Jadi Andalan
-
Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya
-
Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi
-
Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti
-
Perjuangkan Warisan Abad ke-18, Ahli Waris Raja Pagi Sinurat Gugat 12 Pihak ke Pengadilan
-
Gavi Bikin Manchester United Gigit Jari, Red Devils Coba Rayu Carlos Baleba
-
Gempa M3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo dan Magelang
-
Gempuran AI & Medsos, Local Media Community Surabaya Ungkap Jurus Media Lokal Bertahan