Suara.com - PSMS Medan serius 'bersih-bersih' jelang putaran kedua Liga 2 musim ini. Terbaru, manajemen PSMS kembali memutus kontrak dua pemain yakni Syahrul Mustofa dan Dwiki Arya yang penampilannya jauh di bawah ekspektasi tim pelatih.
Sebelumnya di bursa transfer paruh musim ini PSMS juga telah mengakhiri kontrak lima pemain lokal dan dua pemain asing.
Dengan tambahan Syahrul Mustofa dan Dwiki Arya, maka ada sembilan pemain yang sudah tak lagi bersama tim berjuluk Ayam Kinantan itu jelang putaran kedua Liga 2 2023/2024.
Pelatih PSMS, Miftahudin Mukson mengatakan jika pemain keluar-masuk dalam sebuah tim sepak bola merupakan hal yang biasa.
"Kalau soal pemain baru yang masuk, saya tidak akan pernah berubah. Seperti yang saya sampaikan, keluar-masuk pemain, keluar-masuk pelatih itu hal yang wajar bagian dari evaluasi untuk perbaikan-perbaikan," ujarnya seperti dimuat Antara, Jumat (3/11).
Menurut Miftah, selain pencoretan pemain dalam satu klub dilakukan lantaran evaluasi, ada juga karena beberapa pemain selama ini yang berada di satu posisi.
"Kalau bicara kuantitas, banyak pemain kalau terlalu banyak di satu posisi juga jadi problem. Terus sedikit pemain tidak akan jelek kalau pemain itu utility, bisa di beberapa posisi," tuturnya.
"Kalau saya melihat kualitas bukan kuantitas. Kenapa kualitas, kalau satu pemain bisa di beberapa posisi kenapa harus menumpuk pemain di posisi yang sama, kan kasihan pemain itu."
Setelah sembilan pemain tak lagi bersama PSMS, tim pelatih bergerak cepat mendatangkan empat pemain lokal dan dua pemain asing baru.
Baca Juga: Miskin Menit Bertanding, Arema FC Lepas Dua Pemain ke Liga 2
Tidak itu saja, saat ini Miftah juga tengah menanti seorang pemain lokal lagi untuk melengkapi skuat PSMS di putaran kedua.
"Kita menatap kompetisi ke depan, bicara ideal berapa lagi pemain yang dibutuhkan pasti nanti akan berbeda. Saat ini yang sudah masuk di kantong manajemen dan yang dibutuhkan pelatih saya kira itu sudah mencukupi semua komposisi. Memang masih nunggu satu lagi, mudah-mudahan itu akan bisa terealisasi," tukasnya.
Berita Terkait
-
Soekarno Cup 2026: Dari Lapangan Usia Muda ke Liga Profesional, Ini Skema Besarnya
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
-
Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Rumah Susanah yang Diklaim Prabowo Pengupas Bawang Mendadak Dipasang Garis Polisi
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
Terkini
-
Lagi! Penembakan Sekolah Katholik di Filipina, Siswa SMP Tewas
-
Eks Direktur Bea Cukai Jalani Sidang Perdana, CPO Diduga Direkayasa Jadi Limbah
-
Rumah Susanah yang Diklaim Prabowo Pengupas Bawang Mendadak Dipasang Garis Polisi
-
Poin Tertinggal Jauh, Alex Marquez Yakin Kakaknya Bisa jadi Juara Dunia
-
3 Strategi Mentan Amran Agar Kabupaten Alor Lepas dari Garis Kemiskinan
-
Jadwal SIM Keliling Medan 18-23 Agustus 2026, Catat Lokasi dan Syarat Perpanjangnya
-
Rans Entertainment X Utusan Khusus Presiden Galang Bantuan Gempa NTT Dapat Banjir Hujatan
-
Apa Penyebab Motor Susah Distarter? Ini 7 Cara Mengatasinya
-
Bukan Cuma Data, PKS Sebut Indikator Ekonomi Nyata Ada di Harga Beras dan Biaya Sekolah
-
Pabrik Mi di Mojokerto Ludes Dilalap Api, 10 Kontainer Produk Hangus